MONITORING PULAU PANAS PERKOTAAN (URBAN HEAT ISLAND) BERDASARKAN PENILAIAN TEMPERATUR PERMUKAAN DI KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN PENGINDERAAN JAUH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

MONITORING PULAU PANAS PERKOTAAN (URBAN HEAT ISLAND) BERDASARKAN PENILAIAN TEMPERATUR PERMUKAAN DI KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN PENGINDERAAN JAUH


Pengarang

ZINATUL HAYATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200260002

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Fisika Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

536.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Monitoring Pulau Panas Perkotaan (Urban Heat Island) berdasarkan penilaian temperatur permukaan dengan memanfaatkan citra satelit dan algoritma NDVI (Normalized Difference Vegetation Indeks) telah dilakukan di Kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat perubahan temperatur dan area kehijauan sesuai letak geografis serta dampak yang muncul dari rehabilitasi dan rekonstruksi yang sudah dilakukan. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dimana tahap awal adalah pengumpulan data citra satelit yang diperoleh pada tahun 2004, 2009, 2013, 2015 dan 2017. Kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan software PCI Geomatika 2016. Hasil penelitian, berdasarkan nilai LST (Land Surface Temperatur) rata – rata menunjukkan bahwa titik terpanas tersebar luas di kecamatan Kuta Alam dan Baiturrahman. Nilai LST rata – rata tertinggi sebesar 44,830C. Hal ini disebabkan berkurangnya daerah kehijauan akibat peningkatan populasi penduduk yang ditandai dengan rendahnya nilai NDVI sehingga muncul Urban Heat Island (UHI) pada kedua wilayah itu. Sementara pada 7 kecamatan lain meliputi kecamatan Syiah Kuala, Lueng Bata, Kuta Raja, Banda Raya, Jaya baru, Meuraxa dan Ulee Kareng sudah mulai tampak titik panas meskipun belum merata. Nilai NDVI sebesar 0,4 – 1 banyak diperoleh di kecamatan Lueng Bata, Ulee Kareng dan Banda Raya artinya tingkat kehijauan masih tinggi di wilayah tersebut. Hasil penelitian juga memperlihatkan nilai LST yang didapatkan dari keseluruhan kecamatan pada tahun 2004, 2009, 2013, 2015 dan 2017 adalah 38°C.

Kata Kunci: Remote Sensing, Citra Landsat, LST, NDVI, UHI

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK