TINJAUAN EFISIENSI SALURAN PRIMER PADA DAERAH IRIGASI KRUENG TUAN KABUPATEN ACEH UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

TINJAUAN EFISIENSI SALURAN PRIMER PADA DAERAH IRIGASI KRUENG TUAN KABUPATEN ACEH UTARA


Pengarang

TEUKU JOHAN MAULANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1409200060097

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.52

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Jaringan Irigasi Krueng Tuan Kabupaten Aceh Utara dibangun pada tahun 1994 dengan panjang saluran primer 11.150 meter yang direncanakan dapat mengairi lahan sawah potensial 2.226 ha. Seiring dengan perkembangannya kerusakan yang terjadi di Daerah Irigasi Krueng Tuan juga tidak dapat diabaikan, antara lain kebocoran saluran akibat lubang tikus,longsornya saluran irigasi, serta kerusakan pada bangunan utama, bangunan pengambilan, bagi dan sadap.Kondisi ini dapat mengakibatkan terjadi peningkatan kehilangan air yang mempengaruhi nilai efisiensi irigasi pada saluran irigasi Krueng Tuan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai efisiensi dan nilai kehilangan air tiap ruas saluran primerDaerah Irigasi Krueng Tuan. Efisiensi pada saluran irigasi dianalisis dengan menggunakan metode inflow-outflow. Data primer diperoleh dengan melakukan survei, pencatatan, dan pengukuran langsung di lapangan untuk memperoleh informasi terkait dimensi tampang saluran dan mengukur kecepatan aliran menggunakan current meter. Data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait. Hasil analisis efisiensi menunjukkan bahwa terdapat 4 ruas saluran primer yang berada dibawah nilai efisiensi teoritis yang ditetapkan yaitu ruas pengukuran BT-02 - BT-03 sebesar 88,729 %, dimana kehilangan air diakibatkan dari pengaruh kondisi fisik saluran yang mengalami kerusakan pada dinding dan dasar saluran, serta sadapan liar dari saluran dengan menggunakan rumah pompa. Ruas lainnya yaitu di BT-06 - BT-07 sebesar 80,378 %, BT-07 - BT-08 sebesar 73,975 %, dan BT-08 - BT-09 sebesar 67,094 %. Kehilangan air pada ketiga saluran tersebut disebabkan oleh kondisi fisik saluran yang mengalami kerusakan pada dinding saluran dan kebocoran akibat lubang tikus sehingga air merembes keluar saluran. Nilai efisiensi rata-rata dari saluran primer Daerah irigasi krueng Tuan berada dibawah angka 90 %, dimana nilai efisiensi yang diperoleh 86 %dan kehilangan air 14 % sehingga nilai tersebut tidak memenuhi standar efisiensi saluran primer seperti yang terdapat pada KP-03 tentang Kriteria Perencanaan Irigasi Bagian Saluran.

Kata kunci : efisiensi, evaporasi, kehilangan air, saluran irigasi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK