ANALISIS POTENSIAL KOROSI PADA BETON BUSA BERTULANG BERANODA KORBAN MENGGUNAKAN HALF-CELL POTENTIAL MAPPING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS POTENSIAL KOROSI PADA BETON BUSA BERTULANG BERANODA KORBAN MENGGUNAKAN HALF-CELL POTENTIAL MAPPING


Pengarang

MIRZA ASHADI P - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404101010120

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aceh merupakan wilayah yang rawan terhadap gempa. Wilayah Aceh juga termasuk wilayah berlingkungan korosif karena sebagian besarnya dikelilingi oleh pantai. Oleh karena itu bangunan pada wilayah Aceh harus memperhatikan ketahanan terhadap gempa dan risiko korosi pada tulangannya. Salah satu usaha perlindungan tulangan baja pada beton dari korosi adalah dengan penggunaan anoda korban (Sacrificial Anode) dan salah satu upaya untuk ketahanan bangunan terhadap gempa yaitu dengan menggunakan beton busa untuk memperkecil masa konstruksi. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan anoda korban terhadap potensial korosi pada tulangan beton busa. Anoda korban adalah bahan yang berfungsi memproteksi tulangan dari korosi. FAS (faktor air semen) yang digunakan sebesar 0,4 dengan SG (Specific gravity) 1,4 dan besi tulangan ukuran (D13). Benda uji berbentuk balok 10x10x100 cm dengan 3 variasi yaitu, beton busa bertulang terhubung dengan anoda korban, beton busa bertulang tidak terhubung anoda korban dan beton busa bertulang tanpa anoda korban. Perawatan benda uji dilakukan selama 7 hari, setelah 7 hari lalu dilanjutkan dengan proses wet dry selama 84 hari dengan pengambilan data setiap seminggu sekali. Hasil yang diperoleh dari pengujian sifat mekanis beton busa adalah kuat tekan rata-rata pada umur 7,14 dan 28 hari (dengan nilai) 3,523 MPa, 5,699 MPa dan 4,858 MPa. hasil kuat tarik belah rata-rata pada beton busa di umur 28 hari bernilai 1,287 MPa. Hasil pengukuran beton busa bertulang tanpa anoda dan beton busa bertulang dengan anoda tidak terhubung selama 12 minggu didapat nilai potensial berada pada nilai -300 mV hingga -500 mV untuk kedua benda uji. Pada tabel ASTM C876 menunjukkan bahwa nilai tersebut masuk pada kondisi high risk (>90%). Untuk benda uji beton busa bertulang dengan anoda terhubung menunjukkan sistem proteksinya belum bekerja, karena nilai potensial yang didapat belum mencapai -850 mV hingga -1200 mV. Jika dikaitkan pada Diagram Pourbaix, hubungan antar pH dan nilai potensial didapat berada pada wilayah transisi dari fase pasivasi ke wilayah korosi.

Kata kunci : beton busa, anoda korban, korosi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK