<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="53805">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN KETEBALAN BIOFILM PADA GLASS IONOMER CEMENT (GIC) TIPE II MODIFIKASI PENAMBAHAN SILIKA DARI SINTESIS PASIR PANTAI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>REZA UMAMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Nama		: Reza Umami&#13;
Fakultas	: Kedokteran Gigi &#13;
Program Studi	: Pendidikan Dokter Gigi &#13;
Judul	: Gambaran Ketebalan Biofilm pada Glass Ionomer Cement (GIC)     &#13;
		Tipe II dengan Penambahan Silika dari Sintesis Pasir Pantai&#13;
&#13;
&#13;
Biofilm merupakan kumpulan dari banyak sel mikrobial yang melekat di rongga mulut. Biofilm mudah terbentuk pada permukaan yang kasar karena permukaan yang kasar menurunkan kekuatan aliran yang dapat melepaskan biofilm. Salah satu media yang dapat menjadi tempat melekatnya biofilm adalah bahan restorasi seperti GIC. Keunggulan GIC yaitu thermal compatibility dengan enamel gigi yang baik, estetik yang baik, biokompatibilitas terhadap jaringan periodontal dan pulpa, juga adanya pelepasan fluoride. Namun GIC memiliki kekuatan dan ketahanan yang rendah terhadap abrasi, sehingga dapat  merubah bentuk anatomis yang memudahkan pembentukan biofilm pada permukaan GIC. Maka dilakukan modifikasi penambahan silika dari pasir pantai. Penelitian bertujuan untuk melihat ketebalan biofilm pada GIC Tipe II dengan penambahan silika dari sintesis pasir pantai. Terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok GIC Tipe II dan kelompok GIC Tipe II dengan penambahan silika nanopartikel. Kelompok tersebut direndam dalam media Brain Heart Infusion Borth selama 24 jam, 48 jam dan 72 jam yang sudah dimasukkan hasil swab plak gigi dari volunteer dengan kriteria tertentu. Ketebalan biofilm diukur dengan Scanning Electron Microscopy. Hasil penelitian memperlihatkan rata-rata ketebalan biofilm pada kelompok GIC Tipe II pada waktu 24 jam, 48 jam dan 72 jam seccara berurutan adalah 0 ?m, 28,95  ?m, 76,2  ?m. Sedangkan rata-rata ketebalan biofilm pada kelompok GIC Tipe II dengan penambahan silika secara berurutan adalah 0 ?m, 18,45  ?m, 51,3 ?m. Kesimpulan penelitian ini ketebalan biofilm pada GIC Tipe II dengan penambahan silika dari sintesis pasir pantai lebih tipis dibandingkan dengan GIC Tipe II tanpa penambahan silika.&#13;
&#13;
Kata kunci: Ketebalan Biofilm, Glass Ionomer Cement, Pasir Pantai, Silika.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>DENTAL RESTORATION (GLASS IONOMER CEMENT) GIC</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>53805</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-23 16:38:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-10 10:54:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>