FREKUENSI EARLY CHILDHOOD CARIES PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DAN FAKTOR RISIKO TERKAIT (STUDI PADA TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN MEURAXA TAHUN 2018) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

FREKUENSI EARLY CHILDHOOD CARIES PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DAN FAKTOR RISIKO TERKAIT (STUDI PADA TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN MEURAXA TAHUN 2018)


Pengarang

Hasnatul Hidayah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1513101010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Nama : Hasnatul Hidayah
Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi
Fakultas : Kedokteran Gigi
Judul Skripsi : Frekuensi Early Childhood Caries Pada Anak Usia Prasekolah dan Faktor Risiko Terkait (Studi Pada Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Meuraxa Tahun 2018).

Early childhood caries (ECC) merupakan masalah utama dengan prevalensi yang relatif tinggi dan sering terjadi pada anak usia dibawah 71 bulan, mengenai satu atau lebih karies pada gigi desidui dengan perkembangan yang cepat. Early childhood caries disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang saling berkaitan, yaitu pemberian makanan/minuman kariogenik, pemberian susu melalui botol, menyusui, pengalaman kesehatan gigi dan status sosial ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi early childhood caries dan faktor risiko terkait pada anak usia prasekolah di Kecamatan Meuraxa. Penelitian ini merupakan Penelitian deskripstif dengan desain penelitian cross sectional dan teknik purposive sampling. Subjek berjumlah 135 anak pada usia 4-6 tahun yang telah melakukan prosedur pengisian kuesioner oleh orang tua dan pemeriksaan klinis pada anak menggunakan penilaian indeks deft dan tingkat keparahan ECC. Hasil penelitian menunjukkan Indeks deft pada anak prasekolah di Kecamatan Meuraxa tinggi (6,4) dan kasus ECC sebanyak 121 (89,63%). Kasus dengan tingkat keparahan ECC paling banyak pada tipe sedang-berat dan faktor risiko terbanyak pada pengalaman menyusui, pengalaman kesehatan gigi anak dan pemberian makanan/minuman kariogenik, serta terendah pada anak yang diberi susu melalui botol. Kesimpulan, prevalensi early childhood caries pada anak prasekolah di Kecamatan Meuraxa tergolong tinggi.


Kata kunci: Early childhood caries, faktor risiko, deft, prasekolah

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK