<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="53721">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Raysa Anggita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan mood, kehilangan minat terhadap sesuatu, perasaan bersalah, gangguan tidur dan nafsu makan, kehilangan energi, dan penurunan konsentrasi. Prevalensi penderita depresi pada usia remaja menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi dibandingkan dengan usia anak-anak dan usia dewasa. Orang dengan depresi memiliki dua kecenderungan gangguan pola makan yaitu tidak nafsu makan sehingga menjadi lebih kurus ataupun bertambah nafsu makan sehingga menjadi lebih gemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan status gizi. Penelitian ini jenis observasional analitic dengan desain cross sectional terhadap 104 reponden. Penelitian ini dipilih dengan metode nonprobability sampling dengan jenis total sampling. Pengukuran depresi yaitu dengan kuesioner BDI-II dan status gizi dengan IMT. Didapatkan hasil penelitian sebanyak 53 orang (51%) tidak depresi. Status gizi normal sebanyak 52 orang (50%) dan sisanya 52 orang (50%) underweight, overweight dan obesitas. Uji analisis Spearman didapatkan p Value 0,012 (p &lt; 0,05) sehingga terdapat  hubungan antara tingkat depresi dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dengan dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,245 dengan kekuatan hubungan lemah. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat depresi semakin bertambah status gizinya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>DEPRESSION (MENTAL STATE) - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>53721</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-22 21:13:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-10 09:58:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>