PREVALENSI DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TINEA PEDIS PADA NELAYAN DI DESA-DESA DAERAH PESISIR WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN SINGKIL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PREVALENSI DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TINEA PEDIS PADA NELAYAN DI DESA-DESA DAERAH PESISIR WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN SINGKIL


Pengarang

Sartiwi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1507101010012

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Tinea pedis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur golongan dermatofita, penyakit kulit ini dapat menyebabkan kelainan kulit menahun. Tinea pedis masih menjadi permasalahan kulit di Indonesia, termasuk di daerah Kecamatan Singkil Provinsi Aceh. Penyakit kulit ini sering menyerang orang yang bekerja di tempat lembab dan panas seperti petani, nelayan, dan petugas pengangkut sampah. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat prevalensi dan faktor yang berhubungan dengan kejadian Tinea pedis pada nelayan meliputi personal hygiene, usia, dan lama durasi kerja. Sampel yang digunakan sebanyak 54 orang nelayan yang memenuhi kriteria inklusi. Metode pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney, Chi-square dan uji regresi logistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan angka kejadian Tinea pedis pada Nelayan di desa-desa daerah pesisir wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Singkil adalah 59,25%. Hasil uji regresi logistik dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang terbukti berhubungan dengan kejadian Tinea pedis adalah personal hygiene (p=0,003; PR=4,058; 95% CI 1,607-10,250), durasi kerja (p=0,011 PR= 7,104 95% CI 1,554-32,481), akan tetapi pada penelitian ini tidak terdapat pengaruh yang bermakna antara usia dengan penyakit kulit Tinea pedis. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara personal hygiene dan lama durasi kerja terhadap kejadian Tinea pedis pada nelayan di desa-desa daerah pesisir wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Singkil.

Kata Kunci: Tinea pedis, usia, personal hygiene, lama durasi kerja.

?
ABSTRACT
Tinea pedis is a skin disease caused by a dermatophyte fungal infection, this skin disease can cause chronic skin disorders. Tinea pedis is still a skin problem in Indonesia, including in the Singkil District of Aceh Province. This skin disease often attacks people who work in damp and hot places such as farmers, fishermen, and garbage transport officers. This study used an observational analytic method with a cross sectional design. The purpose of this study was to look at the prevalence and factors associated with the incidence of Tinea pedis in fishermen including personal hygiene, age, and duration of work. The sample used was 54 fishermen who met the inclusion criteria. The sampling method uses proportional random sampling. Data analysis using Mann-Whitney test, Chi-square and logistic regression test. The results of this study indicate that the incidence of Tinea pedis in fishermen in coastal villages in the working area of the Singkil sub-district health center is 59.25%. The results of the logistic regression test from this study indicate that the factors that proved to influence Tinea pedis skin disease were personal hygiene (p = 0.003; PR = 4.058; 95% CI 1.607-10.250), duration of work (p = 0.011 PR = 7.104 95% CI 1,554-32,481), but in this study there was no significant effect between age and Tinea pedis skin disease. The conclusion of this study is that there is a relationship between personal hygiene and the duration of work on the incidence of Tinea pedis in fishermen in the coastal villages in the working area of the Singkil District health center.

Keywords: Tinea pedis, age, personal hygiene, duration of work.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK