<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="53629">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS JALUR KHUSUS RODA DUA PADA RUANG HENTI KHUSUS (RHK) SIMPANG BERSINYAL JAMBOTAPE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yeni Anggraini AY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada beberapa simpang bersinyal di Kota Banda Aceh sudah mulai memberlakukan Ruang Henti Khusus (RHK) untuk memprioritaskan sepeda motor berhenti paling depan di belakang garis henti. Salah satu simpang bersinyal dengan fasilitas Ruang Henti Khusus (RHK) di Banda Aceh adalah persimpangan Jambotape. Penerapan Ruang Henti Khusus (RHK) pada Simpang Jambotape belum terlihat optimal penggunaannya. Hal itu dikarenakan persentase keterisian Ruang Henti Khusus (RHK) belum diisi sepenuhnya oleh pengendara sepeda motor, tertutupnya akses mencapai Ruang Henti Khusus (RHK) oleh kendaraan roda-4 menjadi salah satu penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan terhadap dimensi Jalur Khusus pada Ruang Henti Khusus (RHK) roda dua, dan menganalisis pengaruh Jalur Khusus tersebut penggunaannya pada Ruang Henti Khusus (RHK) menggunakan simulasi software VISSIM 10.00-02. Dalam penelitian ini, dilakukan survei untuk memperoleh volume lalu lintas, kecepatan setempat dan geometrik.Panjang Antrian tertinggi yaitu pada lengan C yaitu di jalan T. Hasan Dek sebesar 163,36 m. Tundaan rata-rata kendaraan tertinggi sebesar 132,119 detik, kategori tingkat pelayanan F yaitu besar dari 80 detik. Pada jalan T. Mohd Daud Beureueh rata-rata panjang antrian sebesar 93,08 m dan tundaan rata-rata sebesar 57,15 detik, dengan tingkat pelayanan E. Pada jalan T. Nyak Arief rata-rata panjang antrian sebesar 71,34 m dan tundaan rata-rata sebesar 33,36 detik, dengan tingkat pelayanan C. Pada jalan Syiah Kuala rata-rata panjang antrian sebesar 29,40 m dan tundaan rata-rata sebesar 29,36 detik, dengan tingkat pelayanan C.Hasil simulasi software VISSIM 10.00-02 dengan penerapan jalur khusus untuk menuju RHK Volume tertinggi terjadi pada Jalan T. Nyak Arief dengan volume kondisi eksisting pada lengan jalan T. Nyak Arief  sebesar 437 menjadi 520 kendaraan roda dua.</note>
 <subject authority="">
  <topic>LANDSLIDES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ROADS - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>53629</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-18 16:26:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-28 10:19:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>