<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="53579">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONSUMSI AIR SUMUR TERHADAP KEJADIAN BATU SALURAN KEMIH DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2018</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rudi Lusmianda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Batu saluran kemih merupakan masalah kesehatan yang insidensinya menempati urutan ketiga tertinggi di bidang urologi. Salah satu penyebab yang paling berperan dalam terbentuknya batu saluran kemih adalah kalsium yang berikatan dengan oksalat, fosfat, dan bahkan asam urat. Air sumur pada umumnya mengandung komposisi mineral yang tinggi terutama kalsium, mengonsumsi air sumur secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat menjadi salah satu faktor terjadinya penyakit batu saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi air sumur terhadap kejadian batu saluran kemih di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Studi ini menggunakan desain Case Control dengan memilih responden secara quota sampling dengan jumlah sebanyak 60 orang. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan uji Chi–Square, sedangkan untuk menilai ukuran asosiasi paparan (faktor risiko) dan kejadian penyakit dihitung secara tidak langsung dengan mancari nilai Odds Ratio (OR). Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,038 (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>ARCHITECTURAL DESIGN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RESORTS-ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>53579</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-17 12:55:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-17 10:27:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>