HUBUNGAN INDEKS BRINKMAN DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN HASIL SPIROMETRI PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI POLIKLINIK RSUDZA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN INDEKS BRINKMAN DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN HASIL SPIROMETRI PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI POLIKLINIK RSUDZA


Pengarang

RAINA MUZLIFA AR - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1507101010062

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah besar dalam bidang kesehatan di dunia. Merokok merupakan faktor risiko utama penyebab perkembangan PPOK. PPOK tidak hanya bermanifestasi di dalam paru, tetapi juga bermanifestasi di luar paru yang disebut efek sistemik. Salah satu efek sistemik yang ditimbulkan adalah penurunan berat badan yang menyebabkan fungsi paru menurun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan indeks Brinkman dan indeks massa tubuh dengan hasil spirometri pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Penelitian dilakukan di Poliklinik Paru RSUDZA Banda Aceh pada tanggal 05 sampai dengan 28 Desember 2018 terhadap 30 pasien dengan desain cross sectional. Metode sampling non probability sampling dengan teknik accidental sampling.Rekam medik digunakan untuk memperoleh indeks massa tubuh serta hasil spirometri. Indeks Brinkman diperoleh dari hasil wawancara. Data dianalisa dengan uji Korelasi Spearman. Hasil analisis didapatkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (83,3%), usia responden yang mendominasi yaitu 56-65 tahun (40,0%), dan indeks Brinkman sedang (46,7%). Mayoritas responden memiliki IMT yang tidak normal (53,3%) (sangat kurus (13,3%), kurus (6,7%), gemuk (23,3%), dan obesitas (10,0%). Mayoritas responden memiliki hasil spirometri berat (53,3%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan antara indeks Brinkman dengan hasil spirometri dengan nilai p value sebesar 0,412 (p value > 0,05). Hasil uji korelasi spearman antara IMT dengan hasil spirometri menunjukkan p value 0,006 (p value < 0,05) dan rs = -0,488 yang menunjukkan terdapat hubungan antara IMT dengan hasil spirometri dengan kekuatan hubungan sedang. Hubungan kedua variabel bersifat negatif yang bermakna semakin rendah nilai IMT, maka semakin buruk hasil spirometri.

Kata Kunci : Indeks Brinkman, IMT, Hasil Spirometri, Fungsi Paru, VEP1, PPOK

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK