ANALISA PEMETAAN JALUR EVAKUASI DARI TEMPAT WISATA YANG RAWAN TERHADAP BENCANA TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISA PEMETAAN JALUR EVAKUASI DARI TEMPAT WISATA YANG RAWAN TERHADAP BENCANA TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS


Pengarang

T. Muhammad Hijria - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1108107010045

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Informatika (S1) / PDDIKTI : 55201

Subject
-
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kota Banda Aceh telah menjadi salah satu destinasi wisata sejarah tsunami bagi wisatawan dunia. Tsunami terjadi pada tahun 2004 yang melanda beberapa negara. Kota Banda Aceh adalah daerah terparah yang terkena tsunami hingga menewaskan ratusan ribu jiwa. Secara geografis sebagian besar Kota Banda Aceh dikelilingi oleh laut yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia di sebelah selatan dan barat, sebelah timur berhadapan dengan Selat Malaka, dan sebelah utara berhadapan dengan Laut Andaman sehingga Banda Aceh berpotensi terkena tsumani. Informasi yang dibutuhkan para wisatawan untuk merasa aman saat berada di lokasi wisata inilah yang menjadi alasan pemetaan jalur evakuasi dari tempat wisata yang rawan terhadap bencana tsunami menggunakan Sistem Informasi Geografis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi tempat wisata yang berada pada zona tinggi bahaya tsunami, mengetahui jalan-jalan yang menjadi jalur evakuasi, dan mengetahui jalur evakuasi tercepat dan teraman dari setiap tempat wisata menuju escape building/Tempat Evakuasi Sementara (TES). Dalam pembuatan peta titik tempat wisata yang berada pada zona tinggi dan sedang bahaya tsunami dilakukan proses selection. Pemetaan jalur evakuasi dari setiap tempat wisata, maka digunakan Network Analyst, metode yang digunakan adalah Closest Facility Analyst, yaitu metode yang dapat menentukan fasilitas yang lebih dekat dari suatu titik. Setelah dilakukan metode Closest Facility Analyst maka diketahui jalan-jalan yang menjadi jalur evakuasi dari setiap tempat wisata dengan cara menghindari jembatan menuju TES dengan waktu tercepat, maka diketahui jalan-jalan yang menjadi jalur evakuasi dari setiap sekolah dengan cara menghindari jembatan menuju TES dengan waktu tercepat 1,04 menit dan waktu terlama 79,62 menit.
Kata Kunci: Tsunami, Sistem Informasi Geografis, Network Analyst, Closest Facility

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK