Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA PENAMBAHAN PEMAKAIAN ANTIKOLINERGIK PADA BETA-2 AGONIS DENGAN KEJADIAN HIPOKALEMIA PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK EKSASERBASI DI RSUDZA BANDA ACEH
Pengarang
FITRI ANDRIANI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1507101010047
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronik yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang bersifat irreversibel akibat inflamasi kronik. PPOK menyumbang 3 juta kematian tiap tahunnya dan diprediksi prevalensi PPOK akan meningkat hingga 30 tahun kedepan. Tingginya angka kejadian ulangan PPOK eksaserbasi tidak terlepas dari banyaknya faktor-faktor pencetus baik oleh infeksi, polusi udara, dan salah satunya adalah pemakaian bronkodilator yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit khususnya kalium yang diduga memiliki peranan dalam mencetuskan terjadinya PPOK eksaserbasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemakaian bronkodilator dengan kejadian hipokalemia pada pasien PPOK eksaserbasi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap paru berdasarkan hasil rekam medis pasien di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada bulan November 2018. Teknik pengambilan sampel secara non probability sampling dengan metode total sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Uji Chi Square. Sebanyak 47 responden penelitian diantaranya 42 laki-laki dan perempuan sebanyak 5. Sebanyak 42 responden yang menggunakan beta 2 agonis ditambah antikolinergik mengalami hipokalemia. Berdasarkan uji analisis chi square didapatkan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Kelompok PPOK eksaserbasi memiliki risiko untuk mengalami hipokalemia salah satunya disebabkan oleh obat-obatan PPOK yaitu bronkodilator yang diketahui dapat mempengaruhi penurunan kadar kalium. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pemakaian bronkodilator dengan kejadian hipokalemia pada pasien PPOK eksaserbasi di RSUDZA.
Kata Kunci: PPOK, Bronkodilator, Hipokalemia
Tidak Tersedia Deskripsi
GAMBARAN LAMA RAWAT INAP DAN USIA PADA RNPENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIFRNKRONIK EKSASERBASI AKUT DENGANRNPNEUMONIA DI RUANG RAWAT INAPRNPARU RSUDZA BANDA ACEHRNTAHUN 2009-2011 (YURIZNA ALMIRA NST, 2015)
GAMBARAN INDEKS KARIES PADA PASIEN ASMA PENGGUNA INHALER BETA-2 AGONIS DAN ATAU KOMBINASI KORTIKOSTEROID BERDASARKAN DOSIS DAN LAMA PENGGUNAAN (Rosalina Devi, 2016)
KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI POLI PARU RSUDZA BANDA ACEH (Safiza Khausarika, 2016)
FREKUENSI EKSASERBASI AKUT PADA PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK YANG DI RAWAT INAP DI RSUDZA RNBANDA ACEH TAHUN 2011 (Asmaul Husna, 2014)
HUBUNGAN DERAJAT SESAK NAPAS DENGAN DEPRESI DAN KUALITAS HIDUP SERTA DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RSUDZA BANDA ACEH (Telavani Umri, 2018)