Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EFEK ANTI-INFLAMASI EKSTRAK DAUN BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES) TERHADAP JUMLAH POLYMORPHONUCLEAR (PMN) PADA FASE INFLAMASI (IN VIVO)
Pengarang
WINDA HALISA SIREGAR - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1513101010049
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Nama : Winda Halisa Siregar
Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi
Fakultas : Kedokteran Gigi
Judul : Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Daun Babadotan (Ageratum
conyzoides) Terhadap Jumlah Polymorphonuclear (PMN)
pada Fase Infalmasi (In Vivo)
Luka adalah terganggunya struktur normal dari suatu struktur tubuh. Setelah terjadi luka, tubuh merespon untuk penyembuhan luka dan di dalam proses penyembuhan luka terdapat fase inflamasi yang melibatkan polymorphonuclear (PMN) dan menyebabkan kesakitan pada orang yang terluka tersebut. Daun babadotan adalah salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Senyawa aktif dalam daun babadotan diketahui dapat membantu penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara spesifik efek anti-inflamasi ekstrak daun babadotan (Ageratum conyzoides) terhadap jumlah polymorphonuclear (PMN) pada fase inflamasi (In Vivo), dengan melihat perbedaan jumlah PMN pada masing-masing kelompok tikus wistar (Rattus Norvegicus) setelah dilakukan perlukaan sayat dan pemberian ekstrak daun babadotan dan pemberian akuades pada kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain post-test only control group menggunakan sampel sebanyak 6 ekor tikus wistar jantan. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung PMN pada setiap preparat histologi tikus wistar. Data hasil uji dianalisis dengan uji t tidak berpasangan yang menunjukaan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.
Kata kunci: inflamasi, polymorphonuclear, daun babadotan (Ageratum conyzoides)
Tidak Tersedia Deskripsi
EFEK ANTI INFLAMASI EKSTRAK JAHE (ZINGIBER OFFICANALE ROSCOE) TERHADAP JUMLAH PMN PADA FASE INFLAMASI (IN VIVO) (Mira Munaisarah, 2019)
UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.) TERHADAP MORTALITAS DAN BEHAVIOR ULAT PENGGULUNG DAUN (SPOLADEA RECURVALIS) PADA TANAMAN BAYAM HIJAU (ASRA NANDA, 2018)
AKTIVITAS EKSTRAK N-HEKSANA BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.)RNSUBFRAKSI B PADA BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAPRNPERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.) (Wahyu Ananda, 2022)
UJI DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BABADOTAN PSEUDOMONAS AERUGINOSA SECARA IN VITRO (Maryamah, 2015)
PENGARUH INTERVAL APLIKASI EKSTRAK N-HEKSANA BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.) DAN HERBISIDA CLOMAZONE TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA TEKI (CYPERUS ROTUNDUS L.) (TRI NOVI RAMADHANI, 2024)