Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
BERINAI DALAM KONTEKS BUDAYA ACEH
Pengarang
EMILIA YUSNITA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1306102030029
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci : Berinai, Budaya Aceh
Penelitian ini berjudul “Berinai dalam Konteks Budaya Aceh’’. Dengan rumusan masalah bagaimanakah fungsi berinai dalam konteks budaya Aceh dan bagaimanakah bentuk-bentuk motif inai pada masyarakat Aceh (Teunom). Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan fungsi berinai dalam konteks budaya Aceh (Teunom) dan mendeskripsikan bentuk-bentuk motif inai pada masyarakat Aceh (Teunom). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu berupa reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi berinai dalam konteks budaya Aceh (Teunom) yaitu berinai pada upacara perkawinan, berinai pada upacara khitanan dan berinai sebagai trend pada kehidupan masyarakat Aceh, prosesi disetiap upacara berbeda-beda, pada upacara perkawinan berinai dilakukan 3 hari sebelum acara puncak sedangkan pada upacara khitanan dilakukan pada malam acara puncak sedangkan untuk trend dalam sehari-hari berinai dilakukan kapanpun diperlukan. Adapun bentuk-bentuk motif yang digunakan pada inai masyarakat Aceh yaitu motif Hindia, Arab dan Aceh (motif pintoe aceh, pucok reubong, puta taloe, awan meucanek, gigoe darut, pucok paku, bungoeng meulu dan bungoeng seulanga), masyarakat Aceh (Teunom) lebih sering menggunakan motif Hindia dan Arab apalagi untuk upacara perkawinan karna dianggap lebih modern dan kekinian.
Tidak Tersedia Deskripsi
MAKNA KAIN TUJUH LAPIS PADA PROSESI BERINAI DI GAMPONG LAPANG KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN ACEH BARAT (Aiza Misti Raiqan, 2025)
PROSES UPACARA BERINAI PADA PENGANTIN DI DESA TEUBANG PHUI BARU KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR (Novianti Surya Putri, 2018)
PROSESI ADAT BERINAI PADA PENGANTIN ACEH (Putri Nurul Aflah, 2025)
PENGEMBANGAN SOAL HOTS MATEMATIKA KONTEKS BUDAYA ACEH UNTUK SISWA MENENGAH PERTAMA (Thasya Hayatul Aulia, 2024)
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGINTEGRASIKAN KONTEKS LOKAL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) (Ulvi Hayati, 2021)