HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN STRATEGI KOPING PADA REMAJA KORBAN PERCERAIAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN STRATEGI KOPING PADA REMAJA KORBAN PERCERAIAN


Pengarang

NOERRISA TARTILA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1307101130024

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

155.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

xi
Abstrak
Keluarga memiliki arti dan fungsi penting bagi kelangsungan hidup dalam
menemukan makna dan tujuan hidup seorang anak. Keluarga yang tidak
harmonis, mengakibatkan bahaya psikologis setiap usia anak terutama pada masa
remaja. Respon remaja yang orang tuanya bercerai memiliki respon yang berbeda.
Pada umumnya keputusan pemilihan aspek strategi koping dan respon yang
dipakai remaja sesuai dengan situasi tekanan yang dihadapinya. Aspek strategi
koping dapat digunakan sebagian atau semua untuk penyelesaian masalah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan
strategi koping serta aspek-aspek strategi koping mana yang digunakan pada
remaja korban perceraian. Jenis penelitian ini korelasional dengan teknik
incidental sampling. Jumlah sampel 60 remaja laki laki dan perempuan korban
perceraian di Banda Aceh, berusia 13-20 tahun dengan lama perceraian 1-6 tahun.
Alat ukur yang digunakan untuk harga diri, adaptasi dari Self-Liking Self-
Competence Scale Revised (SLCS-R), sedangkan strategi koping menggunakan
skala The Brief Cope. Data parametrik dianalisis dengan Pearson product moment
correlation, sedangkan non parametrik menggunakan Spearman Brown-Formula.
Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara harga diri dan strategi koping.
Remaja pada penelitian ini menggunakan 7 aspek koping (active koping, planing,
Religion, Using emotiomal Support, Using instrumental support, Denial dan self
Blame) secara signifikan (p < 0,05), namun pada aspek koping Denial dan self
Blame arah hubungan negatif. Disimpulkan hipotesis A; hipotesis 1 sampai
dengan hipotesis 7 (H
A
;H1-H7
) yang diajukan dalam penelitian ini diterima,
sedangkan 7 hipotesis lainnya (H
8
–H14
) ditolak
Kata kunci: Perceraian, Remaja, Harga diri, strategi koping

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK