<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="52913">
 <titleInfo>
  <title>AUDIT ENERGI PADA PROSES PRODUKSI BERAS STUDI KASUS DI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hasrizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu kabupaten penghasil beras terbesar di&#13;
Provinsi Aceh, dan diketahui belum pernah dilakukannya perhitungan terhadap energi yang&#13;
digunakan dalam proses produksi beras. Audit energi akan membantu petani padi dalam&#13;
proses produksi beras untuk mengetahui kebutuhan energi dan efisiensi penggunaan alat dan&#13;
mesin pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan energi dan efisiensi&#13;
penggunaan alat dan mesin pertanian mulai dari persiapan lahan sampai penggilingan padi&#13;
hingga menjadi beras. serta untuk mengetahui peluang penghematan energi yang dapat&#13;
dilakukan untuk mengefisiensikan setiap tahapan proses produksinya.&#13;
Metode dari penelitian ini adalah berdasarkan batasan sistem yang diaudit dengan&#13;
asumsi bahwa proses produksi beras dimulai dari persiapan lahan sampai proses pengarungan&#13;
beras selesai. Parameter yang akan diukur dalam penelitian ini adalah kebutuhan energi&#13;
manusia, data yang digunakan meliputi jumlah tenaga kerja tiap produksi, jumlah jam kerja,&#13;
jumlah produksi beras dan nilai kalor biologis manusia. Kebutuhan energi listrik, data yang&#13;
digunakan meliputi jenis alat, jumlah alat, lama penggunaan alat, daya, tegangan dan arus&#13;
listrik yang terpasang dan terukur, faktor daya listrik, efisiensi dan jumlah produksi beras.&#13;
Kebutuhan energi bahan bakar solar dan bensin, data yang digunakan meliputi jumlah&#13;
konsumsi solar dan bensin, nilai kalor solar, nilai kalor bensin dan jumlah produksi beras.&#13;
Efisiensi penggunaan energi, data yang digunakan dalam menentukan efisiensi penggunaan&#13;
energi adalah energi input, energi output, kapasitas terukur dan kapasitas terpasang pada setiap&#13;
tahapan produksi.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total konsumsi energi untuk menghasilkan 1&#13;
kg beras di Kabupaten Aceh Besar adalah 27,77 MJ, meliputi konsumsi energi manusia 0,031&#13;
MJ, konsumsi energi bahan bakar 2,98 MJ, dan konsumsi energi listrik 24,76 MJ. Konsumsi&#13;
energi berdasarkan tahapan proses produksi per 1 kg beras, yaitu proses pengolahan lahan&#13;
sebesar 1,47 MJ/kg, proses pembibitan sebesar 0,0037 MJ/kg, proses penanaman sebesar&#13;
0,071 MJ/kg, proses pemeliharaan sebesar 0,0074 MJ/kg, proses pemanenan sebesar 0,86&#13;
MJ/kg, proses pengangkutan sebesar 0,33 MJ/kg, dan proses penggilingan serta pengarungan&#13;
sebesar 25,04 MJ/kg. Upaya penghematan yang dapat dilakukan pada proses pengolahan lahan&#13;
adalah dengan memperhatikan kondisi lahan agar lebih rata, tidak terlalu berair dan tidak&#13;
dalam, pada proses pengangkutan upaya penghematan yang dapat dilakukan adalah dengan&#13;
menggantikan alat yang sudah terlalu tua dan tidak layak untuk dioperasikan lagi,&#13;
mengoperasikan kendaraan pada kapasitaas angkut secara maksimal serta dengan mengadakan&#13;
perbaikan jalan akses secara berkala, sedangkan upaya penghematan yang dapat dilakukan&#13;
untuk penggunaan energi manusia adalah dengan cara memaksimalkan waktu istirahat selama&#13;
2 jam tanpa adanya waktu istirahat tambahan, dengan cara mengurangi jam istirahat siang&#13;
selama 30 menit untuk penggunaan waktu istirahat antara pagi menjelang siang.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>52913</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-04 17:29:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-07 10:02:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>