<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="52907">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH TEKNIK PENGKUKURAN DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KUALITAS PLIEK U</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iqbal Zuhdi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Pliek u adalah bahan makanan yang diperoleh dari hasil olahan daging kelapa&#13;
tua melalui proses pengkukuran, fermentasi, penjemuran dan pengepresan. Selama ini&#13;
Masyarakat Aceh pada umumnya membuat pliek u menggunakan kukuran tradisional,&#13;
yang mana hasil kelapa yang dikukur lebih kasar dibandingkan dengan menggunakan&#13;
kukuran mekanis, yang diduga berdampak pada proses fermentasi sehingga&#13;
mempengaruhi kualitas pliek u. Penelitian ini dilakukan dengan dua teknik pengkukuran&#13;
kelapa yaitu pengkukuran manual dan mekanis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk&#13;
mengkaji pengaruh teknik pengkukuran dan lama fermentasi terhadap kualitas pliek u.&#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial pola&#13;
3 x 3 dengan 2 faktor kukuran, yaitu kukuran manual (K&#13;
1) dan kukuran mekanis (K&#13;
2&#13;
)&#13;
dan perbedaan lama fermentasi, yaitu fermentasi 4 hari (L&#13;
1), fermentasi 7 hari (L&#13;
2&#13;
) dan&#13;
fermentasi 10 hari (L&#13;
3&#13;
). Dengan demikian terdapat 6 (enam) kombinasi perlakuan,&#13;
dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 18 satuan percobaan. Bila perlakuan&#13;
menunjukkan pengaruh yang nyata, maka akan diteruskan dengan uji lanjut Beda Nyata&#13;
Terkecil (BNT). Pengamatan dilakukan selama kelapa di fermentasi menjadi pliek u dan&#13;
selama pliek u tersebut dikeringkan. Pengamatan dilakukan terhadap temperature&#13;
fermentasi, temperatur pengeringan, RH, kadar air, pH, rendemen, asam lemak bebas,&#13;
dan uji organoleptik (warna, aroma, dan rasa).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan Temperatur rata-rata tertinggi terdapat pada&#13;
perlakuan fermentasi 4 hari yaitu 35,8&#13;
o&#13;
C untuk kukuran manual dan 36,6&#13;
o&#13;
C untuk&#13;
kukuran mekanis, temperatur fermentasi kelapa yang dikukur menggunakan kukuran&#13;
mekanis lebih tinggi dibandingkan dengan temperatur kelapa fermentasi yang dikukur&#13;
secara manual. Kenaikan dan penurunan suhu dan kelembaban relatif (RH) ruang&#13;
pengering sangat flutuaktif mengikuti pola kenaikan dan penurunan suhu dan&#13;
kelembaban relatif (RH) lingkungan. Kadar air akhir pliek u terendah terdapat pada&#13;
perlakuan kukuran mekanis fermentasi 4 hari yaitu 8,3%. Sedangkan kadar air tertinggi&#13;
terdapat pada perlakuan kukuran manual fermentasi 10 hari yaitu 9,6%. Semakin lama&#13;
proses fermentasi maka tingkat keasaman pliek u semakin tinggi ditandai dengan&#13;
penurunan nilai pH. Rendemen pliek u dari perlakuan kukuran mekanis lebih tinggi&#13;
daripada rendemen pliek u perlakuan kukuran manual. Semakin lama proses fermentasi&#13;
berlangsung maka rendemen pliek u yang diperoleh.semakin kecil. Kadar asam lemak&#13;
bebas terendah terdapat pada kombinsi perlakuan kukuran manual fermentasi 4 hari&#13;
sebesar 0,937% dan kadar asam lemak bebas tertinggi terdapat pada kombinasi&#13;
perlakuan kukuran mekanis fermentasi 10 hari sebesar 2,020%. Nilai tersebut masih&#13;
memenuhi syarat SNI mutu kelapa yaitu maksimal 5%. Penambahan waktu fermentasi&#13;
akan mengakibatkan peningkatan asam lemak pada minyak simplah dan minyak pliek.&#13;
Berdasarkan hasil analisis sidik ragam didapat bahwa perbedaan metode pengkukuran&#13;
tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air akhir, asam lemak bebas minyak pliek,&#13;
sedangkan kadar air awal, pH, rendemen minyak simplah, rendemen minyak pliek,&#13;
rendemen pliek berpengaruh sangat nyata. Panelis lebih menyukai warna dan aroma&#13;
pliek u yang dihasilkan dari perlakuan kukuran manual yaitu skor 4 (suka), sedangkan&#13;
untuk rasa pliek u panelis hanya memberikan skor 3 (netral). Dari hasil uji organoleptik&#13;
pliek u yang paling dapat diterima masyarakat adalah pliek u yang difermentasi selama&#13;
7 hari dengan teknik pengkukuran manual.</note>
 <subject authority="">
  <topic>FERMENTATION</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>52907</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-04 17:21:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-27 10:02:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>