ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) DALAM PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) DALAM PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Mahrunnisa - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1409200240011

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Agribisnis Universitas Syiah Kuala., NULL

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.19

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Mahrunnisa. 1409200240011. Analisis Efektivitas Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Di Kota Banda Aceh, di bawah bimbingan Agussabti sebagai ketua dan Suyanti Kasimin sebagai pembimbing anggota.


RINGKASAN


Saat ini ketahanan pangan masih menjadi fokus pemerintah. Program KRPL merupakan suatu terobosan yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal bercocok tanam, kemandirian pangan keluarga guna untuk memenuhi kebutuhan pangan yang beragam, bergizi dan sehat serta menjamin kesinambungan dalam hal persedian pangan yang aman bagi setiap individu. Untuk mendukung program pemerintah, masyarakat harus berpartisipasi dan kreatif dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk memenuhi ketersediaan pangan sehari-hari di samping makanan pokok atau nasi.
Dalam rangka membantu masyarakat (rumah tangga) untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang sempit maupun yang dibiarkan begitu saja, perlu dilakukan usaha yang dapat meningkatkan daya guna pekarangan. Pekarangan merupakan sebidang tanah di sekitar rumah yang mudah diusahakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga (Yulida, 2012). Dengan memanfaatkan pekarangan masyarakat bisa mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan obat-obatan yang bergizi, beragam, berimbang dan aman dari bahan–bahan kimia berbahaya. Pangan beragam yang dikonsumsi akan mencerminkan kecukupan zat gizi yang terpenuhi (Swasono dan Cholilah, 2014). Pelaksanaan program KRPL diharapkan dapat melibatkan banyak rumah tangga dan masyarakat. Dalam hal ini, motivasi dan partisipasi aktif masyarakat adalah suatu keharusan. Dengan kata lain, KRPL ini harus direncanakan dan dilaksanakan secara partisipatif (dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat) serta kemudian dievaluasi perkembangan program KRPL.
Kota Banda Aceh merupakan wilayah yang paling banyak penduduk di Provinsi Aceh dengan jumlah penduduk ± 250 juta jiwa dan luas wilayah 61,36 km2. Pelaksanaan program KRPL di Banda Aceh mulai diimplimentasikan tahun 2013 sampai dengan saat ini. Gampong/Desa yang mengikuti program KRPL sebanyak 35 kelompok selama kurun waktu 5 (lima) tahun. Pelaksanaan program KRPL di Kota Banda Aceh terdapat berbagai kendala diantaranya yaitu motivasi, partisipasi, luas lahan, umur, pendidikan, latar belakang pekerjaan dan juga bagaimana merubah cara pandang masyarakat terhadap pekarangan yang selama ini hanya bernilai estetika. Namun pekarangan juga dijadikan sebagai sumber pangan keluarga agar terpenuhinya pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman serta dapat memandirikan pangan harian, supaya mampu mewujudkan ketahanan pangan keluarganya.
Pelaksanaan program KRPL di Kota Banda Aceh terdapat 9 faktor diantaranya yaitu motivasi, partisipasi, luas lahan, umur, pendidikan, latar belakang pekerjaan dan juga cara pandang masyarakat terhadap pekarangan hanya pada nilai estetika. Dari 9 faktor yang diduga berpengaruh terhadap efektivitas program, maka ada 3 faktor yang berpengaruh secara signifikan, yaitu : motivasi (X1), luas lahan (X3), dan intensitas penyuluh (X7). Hal ini berarti untuk meningkatkan efektifitas program, maka peningkatan faktor motivasi, luas lahan dan intensitas penyuluhan perlu ditingkatkan. Dari hasil olahan data terlihat bahwa ada 6 faktor yang tidak berpengaruh secara signifikan yaitu: partisipasi (X2), umur (X4), pendidikan (X5), pekerjaan (X6), karakteristik inovasi (X7), bantuan dana (X9). Ke 6 faktor tersebut tidak berpengaruh secara signifikan karena luas lahan yang dimiliki terlalu sempit yaitu kurang dari 3 m2 sehingga hasil yang didapat rendah dan tidak mempengaruhi terhadap kemandirian program.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK