IDENTIFIKASI ZONA LAND SUBSIDENCE PADA KAWASAN EKSPLOITASI AIR TANAH DI DESA LENGKONG, LANGSA BARO, KOTA LANGSA MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IDENTIFIKASI ZONA LAND SUBSIDENCE PADA KAWASAN EKSPLOITASI AIR TANAH DI DESA LENGKONG, LANGSA BARO, KOTA LANGSA MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS


Pengarang

TUANKU YUSUF - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404107010039

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Identifikasi zona land subsidence telah dilakukan di Desa lengkong, Kecamatan Langsa Baro, Kota langsa bedasarkan data pengukuran geolistrik resistivitas konfigurasi wenner. Penelitian ini dilakukan dengan menggunankan instrumen G-Sound GL 4100 Resistivity meter untuk menggukur variasi nilai tahanan jenis pada batuan di bawah permukaan tanah. Desain lapangan pengukuran di buat dalam bentuk lintasan sebanyak empat lintasan dengan panjang lintasan dan spasi elektroda yang bervariasi. Lintasan 1 memiliki panjang lintasan sepanjang 96 m dengan spasi elektroda sebesar 3 m, lintasan 2 memiliki panjang lintasan sepanjang 128 m dengan spasi elektroda sebesar 4 m, lintasan 3 memiliki panjang lintasan sepanjang 160 m dengan spasi elektroda sebesar 5 m, lintasan 4 memiliki panjang lintasan sepanjang 160 m dengan spasi elektroda sebesar 5 m. Pemodelan dilakukan menggunakan software Res2DinV untuk mendapatkan model 2D. Hasil menunjukan litologi Desa lengkong terdiri dari tiga lapisan, lapisan pertama (top soil) yaitu berupa lempung basah/gambut, lapisan kedua yaitu berupa pasir/akuifer dan lapisan ketiga yaitu berupa batu pasir padat, kompak, densitas tinggi. Hasil penelitian ini mengidikasikan penurunan tanah (land subsidence) yang terjadi di sekitar sumur bor air tanah Desa Lengkong diakibatkan oleh eksploitasi air tanah berlebih (antrophogenic land subsidence) dan penurunan tanah yang terjadi di lokasi lain diakibatkan oleh penambahan beban bangunan diatas permukaan tanah (natural land subsidence).

Kata Kunci : Geolistrik, Resistivitas, Konfigurasi wenner, G-Sound GL 4100 Resistivity meter, Eksploitasi Air Tanah, Land Subsidence.

?
ABSTRACT

Identification of land subsidence zones has been carried out in the village of Lengkong, Langsa Baro Subdistrict, Langsa City, based on geoelectric resistivity measurement data with Wenner configuration by using G-Sound GL 4100 Resistivity meter to measure the variation of resistivity values in sub-surface. The measurement fields design are made in the form of four lines with varying path lengths and electrode spacing. Line 1 has a length along 96 m with an electrode space of 3 m, line 2 has a length along 128 m with an electrode space of 4 m, line 3 has a length along 160 m with an electrode spacing of 5 m, line 4 has a length along 160 m with electrode spacing of 5 m. Modeling is done using Res2DinV software to get a 2D model. The results show that the lithology of the village of Lengkong consists of three layers, the first layer (top soil) is wet clay/peat, the second layer is sand/akuifer and the third layer is solid, compact, high-density sandstone. The results of this study indicate that land subsidence that occurs around the groundwater borehole in Lengkong Village is caused by excessive exploitation of groundwater (anthropogenic land subsidence) and land subsidence that occurs in other locations is caused by an increase of load by the buildings above the surface (natural land subsidence).

Keywords: Geoelectric, Resistivity, Wenner Configuration, G-Sound GL 4100 Resistivity meter, Exploitation of Groundwater, Land Subsidence

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK