Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KARAKTERISTIK UKURAN TUBUH DAN ANALISIS POLIMORFISME GEN GH DAN GHRH PADA POPULASI KERBAU DI KABUPATEN SIMEULUE
Pengarang
Rahmi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1409200270015
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Biologi Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
599.642
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kuantitatif ukuran tubuh kerbau Simeulue (tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, dalam dada dan tinggi pinggul), mengidentifikasi ada tidaknya polimorfisme gen GH/Msp1 dan GHRH/Hae111 serta menganalisis hubungannya terhadap ukuran tubuh kerbau Simeulue. Pengukuran karakteristik ukuran tubuh dilakukan pada bulan Desember 2016 terhadap 45 kerbau Simeulue di 3 kecamatan yaitu Salang (15 ekor), Alafan (15 ekor) dan Simeulue Cut (15 ekor). Sampel darah sebanyak masing-masing 5 ml diambil dari 15 ekor kerbau (5 ekor dari tiap kecamatan) menggunakan EDTA sebagai antikoagulan. Ekstraksi DNA genom dan analisis polimorfisme gen GH/MspI dan GHRH/HaeIII dilakukan dengan metode PCR-RFLP di Laboratorium Riset Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah dari bulan Januari – Desember 2017. Karakteristik ukuran tubuh ditentukan dengan rataan, simpangan baku dan koefisien keragaman kemudian dianalisis secara deskriptif . Berdasarkan pola pita DNA ditentukan frekuensi alel dan genotip heterozigositas pengamatan (Ho) dan harapan (He) serta keseimbangan Hardy Weinbergh. Selanjutnya dilakukan analisis hubungan antara genotip dengan ukuran tubuh menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien keragaman ukuran tubuh berkisar antara 5,39 % - 16,06 % pada umur 4 – 6 tahun dan antara 5,25 % - 11,27 % pada kerbau Simeulue 2 – 4 tahun. Hasil analisis molekuler menunjukkan lokus GH/Msp1 bersifat monomorfik dengan ditemukan satu genotip (+/+). Adapun lokus GHRH/Hae111 bersifat polimorfik dengan ditemukan 3 genotip yaitu AA (0,13), AB (0,80) dan BB (0,07). Nilai Ho (0,80) lebih tinggi dari nilai He (0,49). Frekuensi gen GHRH berada dalam keseimbangan Hardy Weinbergh. Analisis hubungan genotip GHRH/HaeIII dengan ukuran tubuh menggunakan uji t menunjukkan bahwa polimorfisme ini tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan ukuran tubuh kerbau Simeulue.
Tidak Tersedia Deskripsi
IDENTIFIKASI SIFAT KUANTITATIF KERBAU SIMEULUE DI KECAMTAN SALANG KABUPATEN SIMEULUE (NUSRUL HALIMAN, 2019)
KARAKTERISTIK KERBAU SIMEULUE PADA HABITAT YANG BERBEDA (GUNUNG DAN PANTAI) DI KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE (SARFIN ABIDIN, 2018)
KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU SIMEULUE BETINA DI KECAMATAN ALAFAN KABUPATEN SIMEULUE (Khairul Mizan, 2018)
IDENTIFIKASI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA PREPUTIUM KERBAU LUMPUR (SWAMP BUFFALO)DI ACEH BARAT DAYA (Muammar Khadafi, S.KH, 2014)
PERFORMANS REPRODUKSI KERBAU SIMEULUE BETINA SEBAGAI SUMBER DAYA GENETIK TERNAK LOKAL DI KECAMATAN TEUPAH BARAT KABUPATEN SIMEULUE (SILFANITA, 2024)