<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="52717">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN POST-OPERATIF FRAKTUR DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUZZAMMIL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecemasan pada pasien fraktur merupakan salah satu gangguan psikologis yang timbul setelah menjalani pembedahan. Faktor-faktor yang memicu hal tersebut seperti pekerjaan, imobilisasi, lokasi fraktur, nyeri, dan dukungan keluarga. Kecemasan yang tidak teratasi dapat berpengaruh terhadap prognosa terapi serta kualitas hidup pasien fraktur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kecemasan pada pasien post-operatif fraktur yang berhubungan dengan pekerjaan, imobilisasi, lokasi fraktur, nyeri, dan dukungan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 55 responden yang diambil dengan teknik quota sampling. Penelitian dimulai dari tanggal 25 Oktober sampai dengan 15 november 2018 di Ruang Raudhah 6 dan 7 RSUDZA Banda Aceh. Penelitian dilakukan secara wawancara dengan menggunakan kuisioner yang telah diuji validitas dan  reliabilitas. Uji statistik yang digunakan adalah Korelasi Spearmen dan Chi-square Test dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil penelitian dari uji korelasi Spearman didapatkan  adanya hubungan antara pekerjaan p=0,005, imobilisasi p=0,014, nyeri p=0,002, dukungan keluarga p=0,000 terhadap tingkat kecemasan, sedangkan hasil uji Chi-square Test didapatkan tidak adanya hubungan antara lokasi fraktur p=0,866 terhadap tingkat kecemasan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pekerjaan, imobilisasi, nyeri, dan dukungan keluarga terhadap kecemasan, sedangkan hubungan antara lokasi fraktur dengan tingkat kecemasan tidak berhubungan.&#13;
&#13;
Kata kunci : Kecemasan, Pekerjaan, Imobilisasi, Lokasi Fraktur, Nyeri, Dukungan Keluarga</note>
 <subject authority="">
  <topic>ANXIETY DISORDERS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>52717</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-04 08:09:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-09 11:10:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>