<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5267">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERENDAMAN RESIN AKRILIK HEAT CURED DALAM SEDUHAN TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dara Elyana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nama	:  Dara Elyana&#13;
Program Studi	:  Pendidikan Dokter Gigi&#13;
Judul	:	Pengaruh Perendaman Resin Akrilik Heat Cured dalam Seduhan Teh Hijau (Camellia sinensis) Terhadap Kekasaran Permukaan&#13;
&#13;
Resin akrilik heat cured merupakan material yang sering digunakan dalam pembuatan basis gigi tiruan. Resin akrilik heat cured bersifat menyerap cairan yang dapat meningkatkan kekasaran permukaan. Teh hijau memiliki kandungan senyawa fenol yang apabila berkontak langsung dengan resin akrilik dapat bepengaruh pada kekasaran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman resin akrilik heat cured dalam seduhan teh hijau terhadap kekasaran permukaan selama 4 hari. Spesimen pada penelitian ini berjumlah 10 buah dan berbentuk persegi dengan ukuran 10 x 10 x 2 mm. Setiap spesimen awalnya direndam dalam akuades selama 24 jam untuk mengurangi monomer sisa dan kemudian diukur kekasaran awal dengan menggunakan Atomic Force Microscopy (AFM). Spesimen kemudian direndam dalam seduhan teh hijau selama 4 hari pada suhu 37?C yang mensimulasikan konsumsi selama 1 tahun. Setelah perendaman, spesimen diukur kembali menggunakan AFM untuk mengetahui kekasaran akhir. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna kekasaran permukaan sebelum dan sesudah direndam dalam seduhan teh hijau selama 4 hari (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>MATERIALS - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>617.695</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>5267</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-04-06 01:24:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-20 15:26:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>