Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KORELASI RASIO NEUTROFIL TERHADAP LIMFOSIT DALAM MEMPREDIKSI SKOR SYNTAX PADA PASIEN SINDROMA KORONER AKUT
Pengarang
dr. Sylva Nazly - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1207601020017
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi pendidikan Dokter Spesialis Ilmu penyakit Dalam., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
616.13
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
KORELASI RASIO NEUTROFIL TERHADAP LIMFOSIT DALAM MEMPREDIKSI SKOR SYNTAX PADA PASIEN SINDROMA KORONER AKUT
Latar Belakang
Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan masalah kardiovaskular yang utama karena menyebabkan angka perawatan rumah sakit dan angka kematian yang tinggi. Sistem inflamasi berperan penting pada arterosklerosis penyakit arteri koroner. Rasio Neutrofil terhadap Limfosit (NLR) merupakan biomarker inflamasi yang mudah dan murah dan dapat dijadikan prediktor untuk kelangsungan hidup pasien SKA. Skor SYNTAX merupakan skor pemetaan angiografi koroner yang dapat dipakai untuk pengambilan keputusan tatalaksana lanjut pada pasien SKA.
Tujuan
Untuk menilai penggunaan NLR dalam memprediksi Skor SYNTAX pada pasien SKA.
Metode
Penelitian ini adalah penelitian cross sectional pada 56 sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik total sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode Spearman rank correlation yang menilai hubungan antara kadar NLR dengan kategori skor SYNTAX.
Hasil
Sampel penelitian dibagi ke dalam dua kelompok kategori yaitu stenosis dan slow flow. Kelompok kategori stenosis mayoritas adalah berjenis kelamin laki-laki yaitu 25 orang (89,3%), kategori slow flow jenis kelamin perempuan lebih banyak yaitu 17 orang (60,7%). Sebagian besar sampel pada kategori stenosis adalah berusia lanjut sedangkan untuk kategori slow flow lebih beragam. Berdasarkan variabel IMT, sebagian besar sampel kategori stenosis adalah overweight yaitu 15 orang (53,6%), pada kategori slow flow didominasi oleh normoweigth yaitu 15 orang (53,6%). Nilai rata-rata kadar NLR pada kelompok stenosis lebih besar daripada kelompok slow flow. Hubungan antara kadar NLR dengan kategori skor SYNTAX dianalisis dengan menggunakan metode Spearman rank correlation di mana kadar NLR memiliki hubungan yang positif dengan kategori Skor SYNTAX dengan koefisien korelasi sebesar 0,610, bermakna signifikan secara statistik.
Kesimpulan
Penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya hubungan searah antara kadar NLR dengan kategori Skor SYNTAX pada pasien SKA. Semakin besar kadar NLR maka akan semakin tinggi kategori skor SYNTAX . Demikian juga sebaliknya, semakin rendah kadar NLR maka akan semakin rendah pula kategori skor SYNTAX.
Kata Kunci : SKA, NLR, Skor SYNTAX
Tidak Tersedia Deskripsi
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DENGAN GRACE SCORE PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (SYAKIROH RAHMAT SIMANJUNTAK, 2023)
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN SNDROM KORONER AKUT (AZKA NABILLA, 2020)
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT TERHADAP KEJADIAN SINDROMA KORONER AKUT BERDASARKAN TEMUAN ANGIOGRAFI KORONER (MUHAMMAD MUSHADDIQ, 2021)
PERBANDINGAN AKURASI NILAI RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DENGAN NILAI LEUKOSIT PADA KEJADIAN APENDISITIS AKUT DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (Alya Shabrina, 2024)
HUBUNGAN RASIO TROMBOSIT LIMFOSIT (RTL) DAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT (RNL) TERHADAP TERJADINYA SINDROM KORONER AKUT DI RSUDZA (Rafif Abrar, 2024)