ANALISIS GENOTIPIK DAN FENOTIPIK TURUNAN F2 HASIL PERSILANGAN ANTARA PADI ACEH DENGAN INTRODUKSI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS GENOTIPIK DAN FENOTIPIK TURUNAN F2 HASIL PERSILANGAN ANTARA PADI ACEH DENGAN INTRODUKSI


Pengarang

FARID FITRYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200190013

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Agroekoteknologi Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.57

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tinggong adalah varietas padi lokal Aceh yang terkenal dengan tekstur nasi yang pulen dan kemampuan beradaptasi yang baik. Varietas ini mulai ditinggalkan oleh petani karena berumur dalam, arsitektur tinggi dan rentan terhadap penyakit. Perbaikan varietas ini dapat dilakukan melalui program pemuliaan tanaman. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah persilangan dengan memanfaatkan varietas introduksi IRBB27 sebagai galur yang membawa sumber gen target sd1 dan Xa27. Proses seleksi dimulai pada turunan F2, karena pada turunan ini terjadi segregasi yang tinggi sehingga akan banyak sifat yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanaman F2 yang mewarisi gen sd1 dan Xa27 dan mengevaluasi aspek agronominya. Penelitian ini dilakukan di rumah kasa, Laboratorium Ilmu Penyakit Tanaman dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, sejak Juli 2017 hingga Januari 2018. Media yang digunakan berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Benih yang digunakan adalah turunan F2 hasil persilangan antara IRBB27 dan varietas lokal Tinggong. Benih ditanam pada setiap pot yang telah disiapkan masing-masing 2 tanaman per pot sebanyak 12 pot sehingga terdapat 24 genotipe (T1 sampai T24 ) tanaman untuk dianalisis. Uji ketahanan untuk Xanthomonas oryzae pv. oryzae dilakukan pada fase generatif. Genotipe T1 sampai T12 di inokulasi dengan Xoo strain IV dan T13 sampai T24 di inokulasi dengan Xoo strain VIII. Selain itu analisis molekuler dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan gen target Xa27 dan sd1 pada tanaman F2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi karakter dari 24 genotipe yang di uji. 5 dari 24 genotipe yang di uji memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi varietas unggul. kelima genotipe ini memiliki arsitektur intermediet, umur genjah, tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv. oryzae serta memiliki potensi hasil diatas 8 ton h-1. Selain itu kelima genotipe ini terbukti secara molekuler mewarisi gen sd1 dan Xa27. Kelima genotipe yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah T1, T3, T18, T19 dan T20. Genotipe T1 dan T3 tahan terhadap Xoo strain IV dan genotipe T18, T19 serta T20 tahan terhadap Xoo srtain VIII.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK