<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="52467">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KONTROL LINIER DAN TAK LINIER PADA PERMASALAHAN KONTROL OPTIMAL KASUS KORUPSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SRI HIDAYATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Matematika Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Korupsi merupakan tindakan yang merugikan negara baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara umum korupsi didefinisikan sebagai penyalahgunaan otoritas publik dan telah menjadi subjek penting dalam sejumlah penelitian  dalam tiga dekade terakhir. Politisi memiliki banyak kesempatan untuk melakukan korupsi dengan cara mengatur strategi dalam melakukan korupsi agar tetap memiliki popularitas yang tinggi. Terkait dengan maraknya isu korupsi di kalangan politisi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  situasi atau kondisi yang menguntungkan politisi dari segi korupsi dan popularitas. Penelitian ini juga menyajikan hasil perbandingan solusi kontrol optimal dari pemasalahan kasus korupsi dengan menggunakan pendekatan melalui metode numerik pada pengontrolan secara konstan, linier dan tak linier yang diselesaikan dengan bantuan software Tomlab PROPT. Hasil dari penelitian ini berupa simulasi/ grafik tingkat korupsi, grafik tingkat popularitas politisi dan grafik tingkat kesadaran masyarakat akan korupsi. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari ketiga pengontrolan tersebut, pengontrolan korupsi secara tak linier lebih baik dikarenakan politisi mendapatkan keuntungan maksimal dari korupsi dan popularitas selama masa jabatannya. Meskipun tingkat korupsi yang dilakukan terbilang tinggi namun tidak terlalu berpengaruh terhadap popularitas sehingga politisi dapat mengakhiri masa jabatannya dengan popularitas yang tinggi. &#13;
&#13;
Kata kunci: kontrol optimal, korupsi, Tomlab PROPT, Gauss Psedospectral&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>MATHEMATICAL MODELS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>OPTIMIZATION - MATHEMATICS</topic>
 </subject>
 <classification>519.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>52467</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-03 11:11:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-04-05 09:55:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>