<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="52445">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN TEKNIK EKSTRAKSI DAN DURASI DRY HEAT TREATMENT (DHT) TERHADAP MUTU BENIH TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ULYA SAVIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik ekstraksi, dry heat treatment, dan interaksi antara teknik ekstraksi dan dry heat treatment terhadap mutu benih tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu  dan  Teknologi  Benih  Fakultas  Pertanian,  Universitas  Syiah  Kuala  Banda  Aceh  yang berlangsung mulai bulan Mei sampai Juli 2018. Analisa data ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor yang diamati dalam penelitian ini adalah teknik ekstraksi dan durasi dry heat treatment. Teknik ekstraksi (T) terdiri dari 2 taraf yaitu teknik ekstraksi dengan air langsung dan teknik ekstraksi dengan HCl 1% serta dry heat treatment (DHT) dengan suhu 60 ?C terdiri dari 4 taraf  yaitu kontrol (tanpa DHT), 12 jam, 24 jam dan 48 jam. Parameter yang diamati yaitu kadar air benih, potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh relatif, tinggi bibit, jumlah daun, diameter pangkal batang, bobot brangkasan basah, bobot brangkasan kering dan volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan teknik ekstraksi yang terbaik terdapat pada teknik ekstraksi dengan HCl 1% dan perlakuan durasi dry heat treatment yang terbaik terdapat pada 48 jam. Interaksi antara teknik ekstraksi dan durasi dry heat treatment yang terbaik terdapat pada teknik ekstraksi HCl 1% dengan dry heat treatment 48 jam.&#13;
Kata kunci : Teknik ekstraksi, dry heat treatment, dan mutu benih&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>TOMATOES - GARDEN CROP</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SEEDS - NURSERY PRODUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>52445</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-03 10:25:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-13 09:54:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>