PENGARUH DOSIS KOMPOS DAN PUPUK KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TALAS (COLOCASIA ESCULENTA L. SCHOTT VAR. ANTIQUORUM) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH DOSIS KOMPOS DAN PUPUK KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TALAS (COLOCASIA ESCULENTA L. SCHOTT VAR. ANTIQUORUM)


Pengarang

ISWARDANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1405101050071

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ISWARDANI. 1405101050071. “Pengaruh Dosis Kompos dan KCl Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Talas (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum) ” dibawah bimbingan Mardhiah Hayati sebagai ketua dan Marai Rahmawati sebagai anggota.


RINGKASAN



Talas (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum) merupakan tanaman pangan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Peningkatan produsi talas dapat dilakukan dengan memberikan bahan organik dan pupuk yang tepat. Kompos adalah bahan organik yang dapat memperbaiki sifat fisika, biologi dan kimia tanah. Pupuk KCl dapat membantu dalam pembesaran umbi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis kompos dan pupuk KCl serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman talas.
Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan II dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Adapun faktor yang diteliti adalah dosis kompos dengan 3 taraf yaitu 20, 30 dan 40 ton ha-
1 dan dosis pupuk KCl dengan 3 taraf yaitu 200, 300, dan 400 kg ha-1. Parameter yang
diteliti yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 MST, diameter batang pada umur 12 MST, bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering, bobot umbi basah, jumlah umbi dan diameter umbi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis kompos berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman talas pada umur 2 dan 10 MST, bobot umbi segar, dan jumlah umbi tanaman talas. Dosis kompos tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur
2, 4, 6, 8, 10 dan 12, jumlah daun tanaman talas pada umur 4, 6, 8, dan 12 MST, serta terhadap bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering, diameter umbi, dan diameter batang tanaman talas. Pertumbuhan dan hasil tanaman talas terbaik dijumpai pada pada perlakuan dosis kompos 40 ton ha-1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap
tinggi tanaman talas umur 2 MST, jumlah daun tanaman talas umur 4 MST, bobot berangkasan basah, bobot umbi basah dan jumlah umbi tanaman talas, serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 4, 6, 8, 10, dan 12 MST, jumlah daun umur 2, 6,
8, 10 dan 12 MST, diameter batang, bobot berangkasan kering, dan diameter umbi tanaman talas. Pertumbuhan tanaman talas terbaik dijumpai pada perlakuan dosis pupuk KCl 300 kg ha-1 dan hasil tanaman talas terbaik dijumpai pada pada perlakuan dosis pupuk KCl 400 kg ha-1. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan dosis kompos dan dosis pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman talas.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK