<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="52347">
 <titleInfo>
  <title>PEMBENTUKAN UMBI MIKRO KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) AKIBAT PEMBERIAN BAP DAN AIR KELAPA SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>REZEKINTA SEMBIRING</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rezekinta Sembiring.  1405101050059. Pembentukan Umbi Mikro Kentang (Solanum tuberosum L.) Akibat Pemberian BAP dan Air Kelapa Secara In Vitro di bawah bimbingan Mardhiah Hayati sebagai pembimbing utama dan Elly Kesumawati sebagai pembimbing anggota.&#13;
&#13;
RINGKASAN&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penggunaan  BAP  dan  air  kelapa  dapat  mendukung  proses  pembentukan  umbi mikro kentang secara in vitro. Hal ini disebabkan karena BAP berfungsi untuk pembelahan sel sedangkan air kelapa mengandung hormon auksin, sitokinin, bahan organik dan mineral yang dapat mendukung pertumbuhan dan pembentukan umbi mikro kentang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi BAP, air kelapa serta interaksi antara keduanya terhadap pembentukan umbi mikro kentang secara in vitro.&#13;
Penelitian  ini  dilaksanakan  di  Laboratorium  Kultur  Jaringan  Kebun  Percobaan Balai  Penelitian  Tanaman  Sayuran  Berastagi.  Bahan  tanam  yang  digunakan  dalam penelitian ini adalah planlet kentang yang diperoleh dari Laboratorium Kultur Jaringan Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran Berastagi, BAP, air kelapa, media MS, akuades, HCl 1 N, NaOH 1 N,   alkohol 70% dan 96%, tween 20, betadine, HgCl, baycline (NaOCl), detergen dan larutan CaP. Alat-alat yang digunakan yaitu: timbangan analitik, beaker glass, gelas ukur, pipet tetes, botol kultur, hot plate dan magnetic stirrer, kertas lakmus, autoklaf, laminar air flow cabinet, scalpel, bunsen, cawan petri, kertas label, pensil, hand sprayer, spatula, rak kultur, kompor gas, aluminium foil, kertas milimeter, erlenmeyer, panci stainless steel, plastik tahan panas, pinset, oven dan gunting.&#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 5×4  dengan 5 ulangan. Faktor pertama, yaitu BAP yang terdiri dari 5 taraf yaitu 0; 2,5; 5,0; 7,5 dan 10 mg L-1 dan faktor kedua air kelapa yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0; 75; 150 dan 225 mL L-1 sehingga diperoleh  20  kombinasi  perlakuan  dengan  100  unit  percobaan.  Peubah  yang diamati adalah tinggi eksplan pada umur 1 sampai 7 MSI, jumlah daun pada umur 1 sampai 7 MSI, jumlah akar pada umur 2 sampai 5 MSI, jumlah tunas pada umur 1 sampai&#13;
7 MSI, jumlah buku pada umur 1 sampai 7 MSI, waktu pembentukan umbi pada umur 1 sampai 10 MSI, jumlah umbi, berat basah, berat kering dan persentase berat kering umbi mikro kentang pada umur 12 MSI.&#13;
Pertumbuhan   eksplan   kentang   terbaik   dijumpai   pada   kombinasi   perlakuan&#13;
&#13;
konsentrasi BAP 0 mg L-1    dengan air kelapa 0 ml L-1    terhadap tinggi eksplan kentang&#13;
&#13;
&#13;
xiii &#13;
&#13;
pada umur 1 sampai 7 MSI, jumlah daun dan jumlah buku eksplan kentang pada umur 3, 5,&#13;
&#13;
6 dan 7 MSI, sedangkan kombinasi perlakuan konsentrasi BAP 0 mg L-1 dengan air kelapa&#13;
&#13;
225 ml L-1  terhadap jumlah akar pada umur 2, 4 dan 5 MSI. Pembentukan umbi mikro kentang  yang  terbaik  dijumpai  pada  kombinasi  perlakuan  konsentrasi  BAP  5  mg  L-1 dengan air kelapa 75 ml L-1 terhadap waktu pengumbian dan persentase berat kering umbi mikro kentang, sedangkan kombinasi perlakuan konsentrasi BAP 0 mg L-1  dengan air kelapa 150 ml L-1 untuk jumlah umbi terbentuk dan berat kering umbi mikro kentang.&#13;
Pertumbuhan ekspan kentang terbaik dijumpai pada konsentrasi BAP 0 mg L-1 terhadap tinggi eksplan kentang pada umur 1 sampai 7 MSI, jumlah daun eksplan kentang pada umur 2 sampai 6, jumlah tunas eksplan kentang pada umur 1 sampai 5 MSI dan jumlah buku eksplan kentang pada umur 1 sampai 6 MSI, sedangkan pada konsentrasi BAP 10 mg L-1 terbaik terhadap jumlah akar eksplan kentang pada umur 2 sampai 5 MSI. Pembentukan umbi mikro kentang terbaik dijumpai pada konsentrasi BAP 5 mg L-1 terhadap waktu pengumbian, jumlah umbi mikro, berat kering dan persentase berat kering&#13;
umbi mikro kentang.&#13;
&#13;
Pertumbuhan ekspan kentang terbaik dijumpai pada konsentrasi air kelapa 0 ml L-1 terhadap tinggi eksplan kentang pada umur 1 dan 2 MSI, sedangkan pada konsentrasi air kelapa 225 ml L-1  terbaik terhadap jumlah akar pada umur 5 MSI. Pembentukan umbi mikro kentang terbaik dijumpai pada konsentrasi air kelapa 225 ml L-1  terhadap jumlah umbi dan diameter umbi mikro kentang, sedangkan pada konsentrasi air kelapa 150 ml L-1&#13;
terbaik terhadap berat basah dan berat kering umbi mikro kentang.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>PLANT PROGATION</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>52347</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-02 21:50:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-03 12:12:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>