PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (GLYCINE MAX (L). MERR) MUTAN GENERASI KE-3 (M_3) VARIETAS KIPAS PUTIH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (GLYCINE MAX (L). MERR) MUTAN GENERASI KE-3 (M_3) VARIETAS KIPAS PUTIH


Pengarang

Sukardi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1205101050087

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Kedelai (Glycine Max (L). Merr) merupakan komoditas pangan yang strategis setelah padi dan jangung. Peran kedelai sebagai komoditas palawija yang kaya akan kandungan protein nabati yang dalam pemanfaatannya memiliki kegunaan yang beragam, terutama sebagai bahan baku industri makanan. Budidaya tanaman kedelai yang toleran terhadap kekeringan dan berumur genjah serta berbiji besar merupakan salah satu upaya peningkatan produktivitas lahan dalam rangka mengatasi masalah kedelai di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai mutan generasi ke tiga (M_3), dilakukan sebagai upaya dalam rangka meningkatkan kualitas benih dan daya hasil produksi kedelai kipas putih. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, berlangsung dari September sampai dengan Januari 2017, Penelitian mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola non-faktorial ada 10 genotipe perlakuan dan 3 ulangan. Peubah yang diamati yaitu, tinggi tanaman, jumlah cabang pertanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong pertanaman, jumlah polong bernas pertanaman, jumlah biji pertanaman, berat biji pertanaman,bobot 100 biji dan berat biji perbedeng.
Hasil penelitian menunjukan bahwa genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman pada umur 21 dan 28 HST. KP8 (300-5) merupakan genotipe yang terbaik dari hasil penelitian ini, dari beberapa variabel pengamatan yang dilakukan yaitu: jumlah polong pertanaman, jumlah polong bernas pertanaman dan jumlah biji pertanaman.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK