Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS MASSA BATUAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE RMR (ROCK MASS RATING) DAN SMR (SLOPE MASS RATING) DI GUNUNG GEURUTEE, KECAMATAN JAYA, ACEH JAYA
Pengarang
ATEA BELANGI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1404109010028
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Geologi (S1) / PDDIKTI : 34201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pemetaan geologi dan analisis kualitas massa batuan dengan menggunakan metode Rock Mass Rating (RMR) dan Slope Mass Rating (SMR) telah dilakukan di Gunung Geurutee, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui kondisi geologi daerah Gunung Geurutee. Selain itu, untuk mencari nilai RMR dalam penentuan klasifikasi kualitas massa batuan dan nilai SMR untuk mengetahui kestabilan lereng di sepanjang jalan lintas Banda Aceh -Meulaboh, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Metode pemetaan yang dilakukan berupa peta lintasan, peta geomorfologi, peta struktur geologi, peta geologi, dan peta kualitas massa batuan. Pemetaan kualitas massa batuan diperoleh dengan menggunakan nilai hasil metode RMR dan SMR. Selain untuk membuat peta, nilai hasil metode RMR dan SMR juga digunakan sebagai estimasi dalam memprediksi jenis kelongsoran yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Hasil penelitian menunjukkan persebaran batuan di daerah Gunung Geurutee dan sekitarnya ditemukan tiga jenis litologi yaitu batuan beku Basal-Andesit porfiri dan Batugamping gelap dengan campuran fragmen gunungapi merupakan bagian dari Kelompok Woyla yang berumur Jura-Kapur. Sedangkan Aluvium merupakan endapan sedimen yang masih berlangsung hingga saat ini atau berumur Holosen. Geomorfologi daerah penelitian terdapat lima satuan yakni bentang alam pegunungan kars, dataran Sungai Tunong, dataran Sungai Sapek, perbukitan Babah Ie, dan dataran pantai Babah Ie. Struktur geologi berupa Sesar Meudheun dan Sesar Geurutee terbentuk akibat proses perubahan Woyla Arc menjadi Woyla Nappe atau disebut juga Woyla Terrain. Hasil analisis metode RMR dan SMR, stasiun GRT 64-01 diperoleh batuan sangat baik dan lereng yang sangat stabil atau kelas I. Stasiun GRT 65-01, GRT 65-02, GRT 66-01 termasuk batuan sangat baik (Kelas I) dan stasiun GRT 64-02, GRT 66-02, GRT 67-01 tergolong batuan baik (Kelas II).
Kata kunci: Gunung Geurute, Kualitas Massa Batuan, Rock Mass Rating (RMR), dan Slope Mass Rating (SMR)
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE KLASIFIKASI MASSA BATUAN DI LERENG BEKAS PENAMBANGAN PT LHOONG SETIA MINING, LHOONG, ACEH BESAR (Rijal Askari, 2017)
PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN METODE ROCK MASS RATING (RMR) DAN SLOPE MASS RATING (SMR) DI DESA LHOK GEULUMPANG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN ACEH JAYA (ALIYUL AJIL, 2025)
ANALISIS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN KLASIFIKASI MASSA BATUAN DENGAN METODE ROCK MASS RATING (RMR) DAN SLOPE MASS RATING (SMR) DI JALAN RAYA BANDA ACEH-MEULABOH KM 20 DAN KM 27 KEC.LEUPUNG, ACEH BESAR (NAUFAL EFFENDI, 2019)
ANALISIS KESTABILAN LERENG BERDASARKAN KLASIFIKASI MASSA BATUAN RMR DAN SMR DI JALAN RAYA BANDA ACEH-LHOKSEUDU, KM 30 DAN KM 31, KECAMATAN LEUPUNG, ACEH BESAR (M. Fahmi, 2019)
PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DI KECAMATAN JEUNIEB DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BIREUEN, PROVINSI ACEH (ALIF MUFTI, 2025)