PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS GEOMORFOLOGI DI KECAMATAN SEULIMEUM, KABUPATEN ACEH BESAR : APLIKASINYA UNTUK TATAGUNA LAHAN PERMUKIMAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS GEOMORFOLOGI DI KECAMATAN SEULIMEUM, KABUPATEN ACEH BESAR : APLIKASINYA UNTUK TATAGUNA LAHAN PERMUKIMAN


Pengarang

PUTRI BAHNIAR JANNAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404109010030

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geologi (S1) / PDDIKTI : 34201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Permukiman merupakan suatu hal yang sangat penting bagi masyarakat dalam sebuah kampung karena permukiman adalah tempat tinggal untuk berlindung dan berinteraksi sosial. Perencanaan lahan permukiman yang tidak tepat akan mengakibatkan terjadinya bencana. Lokasi penelitian berada di wilayah Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar dan termasuk ke daerah transisi antara gunung api dan laut yang sewaktu-waktu bisa mendatangkan bencana alam seperti tsunami, letusan gunung api, longsor, banjir, dan abrasi. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pada daerah tersebut yang sesuai untuk dijadikan lahan permukiman. Penelitian awal difokuskan pada pemetaan tatanan geologi daerah penelitian. Kemudian tataguna lahan permukiman berdasarkan metode analytic hierarchy process (AHP) dan weighted ovrlay di ArcGIS. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan geologi secara mendetail dan menganalisa tataguna lahan untuk permukiman. Adapun hasil yang didapat dari penelitian ini ialah : pertama, satuan geomorfologi lokasi penelitian terbagi menjadi empat yaitu satuan geomorfologi dataran rendah, satuan geomorfologi dataran rendah pedalaman, satuan geomorfologi perbukitan rendah, dan sungai. Kedua, satuan batuan lokasi penelitian terbagi menjadi empat satuan dari tua ke muda yaitu satuan batupasir, satuan tuf jatuhan piroklastik, satuan guguran lava, dan satuan endapan aluvium. Ketiga, zona rekomendasi tataguna lahan permukiman terbagi menjadi tiga yaitu zona layak, zona kurang layak, dan zona tidak layak.
Kata Kunci : Permukiman, geologi, analytical hierarchy process, tataguna lahan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK