ANALISIS KUAT TARIK BELAH DAN KUAT TARIK LENTUR BETON MUTU ULTRA TINGGI MENGGUNAKAN FLY ASH BATU BARA SEBAGAI ADITIF DAN BIJIH BESI SEBAGAI FILLER (STUDI KOMPARASI AGREGAT MAKSIMUM BERUKURAN 5 MM DAN 10 MM) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS KUAT TARIK BELAH DAN KUAT TARIK LENTUR BETON MUTU ULTRA TINGGI MENGGUNAKAN FLY ASH BATU BARA SEBAGAI ADITIF DAN BIJIH BESI SEBAGAI FILLER (STUDI KOMPARASI AGREGAT MAKSIMUM BERUKURAN 5 MM DAN 10 MM)


Pengarang

TITIHAYATI FUSYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404101010103

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Beton mutu ultra tinggi merupakan beton yang secara spesifik mempunyai karakteristik sebagai material struktur yang sangat padat dengan kuat tekan di atas 90 MPa. Kekuatan beton dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kepadatan, umur beton, FAS, jumlah pasta semen, serta jenis semen. Kekuatan beton berkurang jika kepadatan beton berkurang. Kepadatan beton dapat dipengaruhi dari susunan agregat kasar. Penggunaan agregat kasar dengan ukuran butiran yang lebih kecil dan ukuran yang bervariasi dapat menyebabkan volume pori beton menjadi kecil serta diperolehnya beton yang lebih padat dengan faktor air semen yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran butiran agregat kasar dan variasi umur beton terhadap kuat tarik belah dan kuat tarik lentur beton mutu ultra tinggi. Dalam penelitian ini, digunakan variasi diameter agregat maksimum berukuran 5 mm dan 10 mm, substitusi 15% fly ash batu bara, penambahan 6% filler bijih besi, dan 1,5% superplasticizer dari berat semen dengan FAS sebesar 0,2. Benda uji untuk kuat tarik belah berupa silinder ukuran 15 cm x 30 cm sebanyak 20 benda uji dan kuat tarik lentur berupa balok ukuran 15 cm x 15 cm x 60 cm sebanyak 12 benda uji. Pengujian dilakukan pada umur 28 hari dan 56 hari. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa mutu pelaksanaan penelitian berada pada klasifikasi sangat baik sampai sedang dan penggunaan variasi diameter agregat maksimum serta variasi umur beton memberikan pengaruh terhadap kuat tarik beton. Didapat bahwa diameter agregat berukuran 5 mm menghasilkan kuat tarik yang lebih besar dibandingkan dengan diameter agregat berukuran 10 mm. Nilai kuat tarik belah tertinggi pada umur 28 hari yaitu 5,062 MPa dan pada umur 56 hari yaitu 6,196 MPa. Sedangkan nilai kuat tarik lentur tertinggi pada umur 28 hari yaitu 5,138 MPa dan pada umur 56 hari yaitu 6,956 MPa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK