ANALISIS POTENSIAL KOROSI TULANGAN PADA BETON BUSA BERSERAT POLYPROPYLENE SG 1,8 DENGAN PENGGUNAAN ANODA KORBAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS POTENSIAL KOROSI TULANGAN PADA BETON BUSA BERSERAT POLYPROPYLENE SG 1,8 DENGAN PENGGUNAAN ANODA KORBAN


Pengarang

Nanda Masturah Hussein - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404101010028

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak

Pembangunan konstruksi di daerah rawan gempa harus memperhitungkan ketahanan gempa bumi pada konstruksi tersebut. Mengurangi massa (berat) konstruksi tersebut bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban gempa pada konstruksi. Berat konstruksi dapat dilakukan dengan cara mengganti beton konvensional dengan beton busa. Selain memperhitungkan ketahanan gempa, aspek korosi pada tulangan juga perlu diperhatikan. Hal ini diperlukan karena tulangan sangat rentan terhadap korosi, dimana korosi menjadi salah satu penyebab perlemahan pada konstruksi. Pada penelitian ini beton busa ditambahkan serat polypropylene, yang berfungsi untuk mengurangi retak susut pada beton. Penambahan serat tersebut pada beton busa akan memberikan ketahanan tarik yang lebih besar. Namun, belum diketahui bagaimana pengaruh penambahan serat polypropylene ini terhadap risiko korosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan anoda korban terhadap potensial korosi pada tulangan beton busa berserat. FAS (faktor air semen) yang digunakan adalah sebesar 0,4 dengan SG 1,8. Benda uji yang akan dibuat adalah silinder untuk uji sifat mekanis beton dan balok untuk uji potensial korosi. Benda uji balok berdimensi 10x10x100 cm dengan tulangan D13 memiliki 3 variasi yaitu, benda uji yang tidak menggunakan anoda korban, menggunakan anoda korban terhubung dan menggunakan anoda korban tidak terhubung. Perawatan benda uji dilakukan selama 56 hari. Setelah perawatan benda uji masuk ke tahap wet dry cycle dengan larutan NaCl 3,5% selama 84 hari dan diiringi pengambilan data setiap 7 hari. Hasil yang diperoleh dari pengukuran potensial korosi adalah ketiga tulangan beton busa sudah mulai mengalami korosi, namun untuk beton busa yang menggunakan anoda korban terhubung menunjukkan anoda korban belum bekerja untuk memproteksi tulangan terhadap korosi. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai potensial korosi pada beton busa beranoda korban terhubung yang belum mencapai nilai kriteria proteksi katodik, dimana nilai kriteria proteksi katodik adalah sebesar -850 mV sampai -1200 mV. Penelitian ini menunjukkan bahwa setelah 84 hari masa wet dry cycle dan pengambilan data, pengaruh anoda korban terhadap potensial korosi belum berhasil ditunjukkan.

Kata kunci : beton busa berserat polypropylene, korosi, anoda korban, proteksi katodik, potensial korosi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK