PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON NORMAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON NORMAL


Pengarang

ADI IRAWAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504001010133

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Beton merupakan bagian penting dalam konstruksi, beton adalah material utama
dan sangat banyak penggunaannya untuk konstruksi. Dengan semakin banyaknya
penggunaan beton sebagai bahan konstruksi, bahan baku pembentuk beton yang
terdapat di alam semakin menurun dan tidak dapat diperbaharui. Hal ini yang
mendorong peneliti menambahkan bahan-bahan yang sifatnya hampir sama
dengan bahan pembentuk beton normal. Salah satunya adalah pemanfaatan
cangkang kemiri sebagai bahan substitusi agregat pada beton. Dalam penelitian
ini menggunakan cangkang kemiri yang lolos ayakan 19,1 mm sebagai bahan
substitusi agregat kasar pada beton normal. Variasi substitusi agregat sebesar
10%, dan 20%, berdasarkan volume beton, dengan menggunakan variasi umur 7
hari dan 28 hari. Untuk mendapatkan hasil pada penelitian ini penulis menguji
kuat tarik belah beton yang sudah disubstitusikan dengan cangkang kemiri. Hasil
pengujian diperoleh data kuat tarik belah rata-rata beton normal pada umur 7 hari
dan 28 hari sebesar 3,41 MPa dan 3,84 MPa. Hasil kuat tarik belah rata -rata beton
dengan substitusi 10% cangkang kemiri pada umur 7 hari dan 28 hari sebesar 2,84
MPa dan 3,39 MPa, sedangkan dengan substitusi 20% cangkang kemiri pada
umur 7 hari dan 28 hari sebesar 2,76 MPa dan 3,08 MPa. Persentase penurunan
kuat tarik belah beton dengan variasi substitusi agregat 10% dan 20% pada umur
7 hari sebesar 16,7% dan 18,8% terhadap beton normal, beton dengan variasi
substitusi 10% dan 20% pada umur 28 hari terjadi penurunan kekuatan sebesar
11,7% dan 19,8% terhadap beton normal. Data pengujian tersebut dapat
disimpulkan bahwa semakin besar jumlah substitusi semakin menurun nilai kuat
tarik belah yang di dapat dan semakin tua umur beton semakin tinggi kekuatan
beton yang di dapat.
Kata Kunci :Subtitusi agregat, cangkang kemiri, kuat tarik belah.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK