ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Hafri Khaidir Anwar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1206104030043

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pergaulan bebas merupakan suatu kasus yang semakin mengkhawatirkan terutama bagi remaja yang telah terjerat dengan perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan nilai/norma agama, adat istiadat serta kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas di Kota Banda Aceh. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para remaja dalam wilayah Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data adalah wawancara. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan tiga langkah, yaitu reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal-hal terkait pergaulan bebas yang dilakukan remaja Kota Banda Aceh meliputi (1) Keluar/pulang ke rumah larut malam; (2) Bergaul dengan lawan jenis tanpa adanya batasan; (3) Bullying; (4) Penyalahgunaan internet yakni mengakses konten pornografi; (5) Berpenampilan tidak sesuai dengan umur; (6) Melanggar aturan sekolah yakni bolos sekolah, tidak mengerjakan PR/tugas sekolah, tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar pada jam pembelajaran tertentu, dan tidak mengikuti upacara. Adapun faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas pada remaja yaitu ; (1) Rendahnya kontrol diri; (2) Rendahnya kesadaran diri remaja terhadap bahayanya pergaulan bebas; (3) Nilai-nilai keagamaan cenderung kurang; (4) Gaya hidup yang kurang baik; (5) Rendahnya taraf pendidikan keluarga; (6) Keadaan lingkungan keluarga yang kurang harmonis; (7) Minimnya perhatian orang tua; (8) Pengaruh teman sebaya; (9) Pengaruh Internet. Mengingat bahwa kasus pergaulan bebas bukanlah suatu permasalahan yang patut diabaikan maka diharapkan kepada; (1) Remaja Kota Banda Aceh agar dapat menjauhi sekaligus membentengi diri dari pergaulan bebas. Hal ini dapat dilakukan dengan memperdalam ilmu agama, memperluas tentang pergaulan bebas bahkan selektif dalam memilih teman pergaulan. (2) Guru BK, agar dapat bekerja secara optimal khususnya dalam hal yang berkaitan dengan pergaulan bebas guna tercegahnya perbuatan menyimpang pada remaja. (3) Pihak terkait baik itu keluarga, sekolah, masyarakat maupun dinas pendidikan atau dinas lainnya agar dapat memperhatikan, mengawasi sekaligus membimbing para remaja terkait pergaulan bebas.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK