PROSES PEMBUATAN KUPIAH MEUKEUTOP DI DESA GAROT CUT KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PROSES PEMBUATAN KUPIAH MEUKEUTOP DI DESA GAROT CUT KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Nurlisma - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006104010021

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Proses Pembuatan Kupiah Meukeutop Di Desa Garot Cut Kecamatan Indrajaya
Kabupaten Pidie
Nurlisma)1, Rosmala Dewi, Nurhayati Sy)2

ABSTRAK

Kata kunci : Proses, Ragam Hias, Motif, Kupiah Meukeutop.

Kabupaten Pidie merupakan salah satu tempat kerajinan Aceh, diantaranya
kerajinan kupiah meukeutop. Penelitian ini memilih judul proses pembuatan kupiah
meukeutop di Desa Garot Cut Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan, ragam hias motif dan makna dari setiap
bagian kupiah meukeutop. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode
dekriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yaitu 3 orang yang
sudah 30 tahun lebih bekerja sebagai pengrajin kupiah meukeutop dan 1 orang yang
mewakili dari Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Pidie. Data dalam penelitian
diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penyajian data secara
dekriptif dengan memaparkan gambar dan penjelasan secara sistematis mengenai datadata

yang diproleh dalam penelitian, kemudian data dianalisa dengan menggunakan
analisis komponensial, yaitu menggelompokkan data-data yang diperoleh, melalui
observasi wawancara dan dokumentasi sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian
menjelaskan proses pembuatan kupiah meukeutop dilakukan secara bertahap, yang
dimulai dari pemotongan kain, penyambungan, pemasangan, pemolesan/finishing yang
pada akhirnya berbentuk sebuah kupiah meuketop dan usaha ini bersifat home industry.
Lilitan kain tengkulok pada kupiah meuketop selain untuk keindahan adalah
melambangkan keperkasaan seseorang laki-laki. Motif bunga cabai melambangkan
kecerdasan atau semangat yang serius/sungguh-sungguh, sedangkan motif berbentuk
kunci diibaratkan seperti kunci untuk memasuki sebuah rumah. Tampok pada kupiah
meukeutop yang menyerupai tangga juga memiliki arti simbolik, anak tangga atas berati
hukum islam. Anak tangga yang kedua dari atas adalah adat. Anak tangga yang ke tiga
dari atas berarti reusam (rasam), dan anak tangga yang ke empat dari atas (terakhir)
bermakna Qanun. Mengenai warna pada kupiah meuketop, merah melambangkan
keberanian dalam perperangan maupun mempertahankan kebenaran. Kuning,
merupakan simbol kesabaran dan kehormatan yang pernah dipakai oleh raja-raja pada
masa kerajaan Aceh terdahu. Hijau, sebagai symbol kesuburan serta kemakmuran dan
hitam, melambangkan keperkasaan dan tawakal.


1) Alumni Progam Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Unsyiah
2) Dosen Pada Progam Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Unsyiah

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK