HUBUNGAN MISKONSEPSI DAN GAYA BERPIKIR MAHASISWA FISIKA PADA MATA KULIAH FISIKA MODERN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN MISKONSEPSI DAN GAYA BERPIKIR MAHASISWA FISIKA PADA MATA KULIAH FISIKA MODERN


Pengarang

Nurhasanah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1406103030010

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Fisika (S1) / PDDIKTI : 84203

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan miskonsepsi dan gaya berpikir mahasiswa fisika pada mata kuliah fisika modern serta untuk mengetahui jenis gaya berpikir mana yang lebih dominan kaitannya dengan miskonsepsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa fisika yang telah mengambil mata kuliah fisika modern pada semester genap tahun ajaran 2017/2018 sejumlah 60 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal tes miskonsepsi dan tes gaya berpikir. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes diagnostik two tier multiple choice dan kuesioner tes gaya berpikir. Setelah data miskonsepsi dan data gaya berpikir diperoleh kemudian data tersebut diolah menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi data miskonsepsi dengan jenis gaya berpikir Sekuensial Konkret (SK), Sekuensial Abstrak (SA), dan Acak Abstrak (AA) bernilai negatif atau dapat dikatakan hampir tidak ada korelasi yaitu (-0,024), (-0,113) dan (-0,082). Sedangkan korelasi miskonsepsi dengan jenis gaya berpikir Acak Konkret (AK) bernilai positif namun hubungannya lemah yaitu (0,303). Dari hasil korelasi tersebut dapat dikatakan bahwa jenis gaya berpikir dari mahasiswa cenderung tidak ada korelasinya dengan miskonsepsi meskipun ada itu tidak secara signifikan, serta tidak ada hubungan diantara keduanya karena masing-masing dari jenis gaya berpikir tersebar secara merata pada setiap level/tingkat miskonsepsi. Selain itu, berdasarkan data gaya berpikir yang diperoleh mahasiswa lebih dominan menggunakan gaya berpikir sekuensial konkret (SK).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK