<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="51155">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PADA SISTEM PENGANGKUTAN ASPAL HOTMIX SELAMA PROSES PERJALANAN DARI AMP SAMPAI LOKASI PENGHAMPARAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKI MAULANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aspal Hotmix merupakan bahan pelapis permukaan jalan yang digunakan dalam kontruksi pengerjaan jalan. Temperature aspal yang di produksi  pada AMP (Asphalt Mixing Plant)  berada pada 150ºC .kondisi aspal yang diizinkan untuk dihampar pada lokasi kontruksi berada pada temperatur 120 ºC. Permasalahan yang terjadi pada pengerjaan kontruksi yaitu menurunnya temperatur dibawah toleransi yang diizinkan. penelitian ini bertujuan  menghambat hilangnya panas pada proses pengangkutan dengan memodifikasi dinding dari kendaraan pengangkut aspal, serta bertujuan untuk Mengetahui perpindahan panas secara konveksi paksa atau penurunan temperatur selama proses pengangkutan aspal dari produksi hingga ke lokasi penghamparan, maka akan dilakukan dengan cara pengisolasian pada dinding truk, untuk mengurangi kehilangan panas. Bahan yang digunakan untuk pengisolasian adalah kayu meranti. Pengukuran temperatur terbagi rata kedalam delapan titik yang berbeda pada dinding truk dengan dimensi panjang 4.8 m dan lebar 2.7 m pengulagan dilakukan setiap dua puluh menit. perjalan yang ditempuh dari AMP hingga ke lokasi penghamparan berjarak sekitar 130 km dengan jarak tempuh rata rata 40km/j. hal ini membuktikan bahwa temperatur akan berubah berbanding dengan waktu dan jarak tempuh, ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian yaitu kondisi termal awal dan akhir akan berbeda yaitu kondisi awal berada pada 150 ºC  dan kondisi akhir pada 130 ºC, kondisi ini menunjukan bahwa perpindahan panas terjadi dengan adanya jarak dan waktu.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>51155</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-12-10 12:45:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-12-12 10:46:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>