KEMAMPUAN PENALARAN SPASIAL SISWA SMP DI BANDA ACEH MELALUI ELPSA FRAMEWORK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KEMAMPUAN PENALARAN SPASIAL SISWA SMP DI BANDA ACEH MELALUI ELPSA FRAMEWORK


Pengarang

NANDA RAHMATULWAHIDAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200160032

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nanda Rahmatul Wahidah (2018). Kemampuan Penalaran Spasial Siswa SMP di Banda Aceh melalui ELPSA Framework

Geometri merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa dalam matematika. Akan tetapi, kenyataanya di lapangan kemampuan ini masih tergolong rendah yang disebabkan rendahnya kemampuan penalaran spasial siswa. Penerapan pembelajaran ELPSA framework merupakan salah satu solusi untuk mengembangkan kemampuan penalaran spasial siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kemampuan penalaran spasial siswa serta dampaknya terhadap retensi melalui ELPSA framework. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan perangkat pembelajaran ELPSA framework. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan prosentase tes penalaran spasial yang dapat diselesaikan sehingga diperoleh delapan dari 25 siswa di salah satu SMP di Banda Aceh yang terdiri dari empat subjek untuk mengukur kemampuan penalaran spasial dan empat subjek untuk mengukur retensi. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman wawancara yang didahului dengan pemberian tes tertulis.Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keempat subjek mampu memanipulasi objek dalam pikiran untuk merubah bentuk D-3 menjadi D-2, namun satu diantaranya tidak mampu menentukan relasinya dengan tepat. Tiga dari empat subjek mampu membayangkan kemunculan objek dari perspektif berbeda. Selain itu, dua dari empat subjek mampu memvisualisasikan objek untuk menentukan jumlah kubus satuan yang terdapat pada bangun dan hanya satu subjek yang mampu membayangkan objek dari berbagai perspektif untuk menentukan luas permukaan tetapi tidak menggunakan ukuran yang diberikan. Dua dari empat subjek memiliki retensi dalam memanipulasi objek dalam pikiran untuk merubah objek D-3 menjadi D-2 serta menetukan relasinya, menentukan jumlah kubus satuan yang terdapat pada bangun, dan membayangkan kemunculan objek dari perspektif berbeda. Akan tetapi, dua dari empat subjek memiliki retensi membayangkan kemunculan objek hanya dari satu perspektif saja. Implikasi dari kajian ini yaitu pembelajaran melalui ELPSA framework dapat mengembangkan kemampuan dan retensi penalaran spasial.


Kata Kunci: ELPSA Framework, Kemampuan, Penalaran Spasial, Retensi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK