PENERAPAN LIFE CYCLE ASSESSMENT PADA INDUSTRI MINYAK NILAM DI KABUPATEN ACEH JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENERAPAN LIFE CYCLE ASSESSMENT PADA INDUSTRI MINYAK NILAM DI KABUPATEN ACEH JAYA


Pengarang

Putra Fisabilillah Lubis - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305102010023

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak. Kegiatan produksi minyak nilam di Kabupaten Aceh Jaya telah ditingkatkan pada tahun-tahun terakhir yang didorong oleh tumbuhnya perindustrian minyak nilam modern dan tradisional. Pelajaran ini berfokus pada mengevaluasi dan membandingkan dampak lingkungan serta nilai ekonomi yang disebabkan dari kegiatan produksi minyak nilam pada industri minyak nilam modern dan tradisional. Dampak lingkungan dan ekonomi telah dievaluasi melalui penggunaan gabungan dua model. Yang pertama adalah model Life Cycle Assessment (LCA), yang dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Simapro 8.0 dan berdasarkan pada Eco-indicator 99. Yang kedua adalah model Eco-effisiency dengan diaktualkan berdasarkan model World Business Council For Sustainable Development (WBCSD). Model telah diterapkan untuk memperkirakan dampak lingkungan dari skenario berikut: (i) Human Health, (ii) Ecosystem Quality, (iii) Resources serta (iv) efisiensi limbah dan penggunaan energi. Evaluasi dampak lingkungan pada industri minyak nilam modern dan tradisional menunjukkan hasil penggunaan kayu sebagai bahan bakar merupakan komponen yang paling merusak lingkungan dengan nilai 53,2% dan 48,3% dari total dampak kerusakan yang ditimbulkan pada masing-masing industri. Selain itu, Industri minyak nilam modern telah diketahui lebih eko-efisien secara lingkungan dan ekonomi dibandingkan industri minyak nilam tradisional dengan nilai 2,77 E+03 (kg/pt).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK