<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="50731">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH FAKTOR PRODUKSI DAN STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI PADI LAHAN SAWAH BARU DI KABUPATEN ACEH TIMUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizal Fachlevi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Agribisnis Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi pangan&#13;
beras melalui intensifikasi lahan dengan penyediaan bibit unggul, sarana produksi,&#13;
peralatan pertanian dan perluasan sawah baik melalui peningkatan indeks tanam dan cetak&#13;
sawah baru. Sesuai dengan program perluasan sawah, Kementerian Pertanian melalui&#13;
Dinas Pertanian dan Perkebunan di tingkat provinsi melakukan pembukaan areal sawah&#13;
baru. Tahapan kegiatan dimulai dengan survei identifikasi dan desain Calon Petani Calon&#13;
Lokasi (CPCL) untuk menilai aspek kelayakan lahan, petani dan sarana penunjang serta&#13;
anggaran cetak sawah. Pemerintah juga melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI)&#13;
dalam kegiatan fisik yaitu pencetakan sawah. Kegiatan penanaman areal sawah baru&#13;
dilakukan petani penerima bantuan yang didampingi penyuluh pertanian.&#13;
Kabupaten Aceh Timur merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi&#13;
pengembangan areal sawah baru. Berdasarkan data statistik Aceh Tahun 2015, luas dan&#13;
produksi tanaman padi sawah dan ladang di Kabupaten Aceh Timur adalah 42.856 Ha&#13;
dengan luas panen 37.788 Ha dan produksi 155.821 ton setara dengan produktivitas 4,12&#13;
ton/Ha. Dibandingkan dengan rata-rata produktivitas provinsi Aceh, produktivitas di&#13;
Kabupaten Aceh Timur masih rendah dimana produktivitas Provinsi Aceh adalah sebesar&#13;
4,84 ton/Ha (BPS Aceh, 2015). Data statistik menunjukkan pula masih tersedianya lahan di&#13;
kabupaten ini yang berpotensi untuk dibuka lahan sawah sekitar 48.000 Ha, atau sekitar&#13;
10,40 persen dari total luas yang tersedia di Provinsi Aceh yaitu 467.063 Ha. (BPS Aceh,&#13;
2015).&#13;
Masih rendahnya produksi padi pada lahan sawah baru diperlukan upaya&#13;
peningkatan produksi dan mencari strategi agar produksi dapat ditingkatkan. Agar tercapai&#13;
pengalokasian berbagai sumberdaya pada lahan sawah baru perlu dianalisis faktor-faktor&#13;
yang mempengaruhi produksi dengan sumberdaya yang tersedia. Demikian juga kondisi&#13;
lapangan di daerah yang dinamis membutuhkan strategi pelaksanaan yang sesuai untuk&#13;
meningkatkan produksi padi pada lahan saawah baru di Kabupaten Aceh Timur. Sesuai&#13;
dengan pemaparan diatas, tujuan penelitian perlu dilakukan analisis terhadap: 1) faktorfaktor&#13;
yang mempengaruhi produksi lahan sawah baru di Kabupaten Aceh Timur, dan 2)&#13;
Mengetahui Strategi peningkatan produksi lahan sawah baru Kabupaten Aceh Timur.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, populasi dalam penelitian&#13;
ini adalah petani lahan baru sebanyak 84 orang dari kecamatan Simpang Ulim, Birem&#13;
Bayeun, Pante Bidari, Pereulak, dan Nurussalam. Sampel para pemangku kepentingan&#13;
yang terlibat dalam rangka peningkatan produksi padi, yaitu: dinas terkait pemerintah di&#13;
Kabupaten Aceh Timur, penyuluh pertanian dan kelompok petani di Kecamatan lokasi&#13;
penelitian. Sesuai dengan kebutuhan analisis sampel merupakan para pihak yang memiliki&#13;
tanggung jawab dalam program cetak sawah. Metode yang digunakan dalam pengambilan&#13;
contoh dilakukan secara disengaja (purposive sampling).&#13;
Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder&#13;
yang berkaitan dengan lahan sawah baru. Teknis pengambilan data primer melalui&#13;
wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai pedoman untuk memperoleh&#13;
informasi, sedangkan data sekunder diambil dari dokumen yang dimiliki oleh pihak yang erkait, jurnal serta literatur yang terkait dengan topik bahasan penelitian ini. Model&#13;
analisis yang digunakan untuk mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi produksi lahan&#13;
sawah baru Kabupaten Aceh Timur digunakan persamaan fungsi produksi Cobb-Douglas&#13;
ditransformasikan ke dalam bentuk Logaritma Natural (Ln) menjadi persamaan linier&#13;
berganda. Selanjutnya untuk menganalisis strategi peningkatan produksi lahan sawah baru&#13;
Kabupaten Aceh Timur digunakan kerangka analisis SWOT.&#13;
Hasil analisis tingkat optimalisasi produksi lahan sawah baru diperoleh koefisien&#13;
determina R2 = 0,926, maka ke tujuh faktor produksi berpengaruh terhadap produksi padi&#13;
dilahan cetak sawah baru sebesar 92,6 persen, Artinya hanya 7,4 persen ditentukan oleh&#13;
faktor lain di luar model yang berpengaruh dalam usahatani padi di lahan cetak sawah&#13;
baru. Hasil Analisis Uji t diperoleh variabel biaya benih (X1) berpengaruh signifikan&#13;
terhadap produksi padi di lahan cetak sawah baru dengan nilai t-hitung sebesar -2,989 lebih&#13;
besar dari t-tabel 5 persen sebesar 1,989. Demikian halnya variabel biaya pupuk Urea (X2)&#13;
berpengaruh signifikan terhadap produksi dengan t-hitung sebesar 2,529, variabel biaya&#13;
pupuk kandang (X5) berpengaruh signifikan terhadap produksi padi dengan t-hitung&#13;
sebesar 1,999, dan variabel biaya tenaga kerja (X7) berpengaruh signifikan terhadap&#13;
produksi padi dengan nilai t-hitung sebesar 4,289 lebih besar dari t-tabel 5 persen sebesar&#13;
1.989. Variabel biaya pupuk pospat (X3) berpengaruh tidak signifikan terhadap produksi&#13;
padi dengan t-hitung sebesar -1,315, demikian pula variabel pupuk kalium (X4)&#13;
berpengaruh tidak signifikan terhadap produksi dengan t-hitung sebesar 0,003 dan variabel&#13;
biaya pestisida (X6) berpengaruh tidak signifikan terhadap produksi dengan t-hitung&#13;
sebesar 0,533 lebih kecil dari t tabel 5 persen sebesar 1,989.&#13;
Hasil analisis SWOT diperoleh hasil analisis dengan skor matriks IFE dan EFE&#13;
yang telah dijabarkan dari tahap input (input stage) pada sub bab sebelumnya, diperoleh&#13;
total skor IFE adalah sebesar 3,394 sedangkan total skor EFE adalah 3,459. Sesuai hasil&#13;
skor tersebut pemetaan masing-masing skor yang terdiri dari faktor internal dan eksternal&#13;
menempatkan posisi peningkatan produksi padi lahan sawah baru di Kabupaten Aceh&#13;
Timur pada sel ke-I dari sembilan sel matrik evaluasi faktor internal dan eksternal. Dengan&#13;
demikian dapat dijelaskan peningkatan produksi padi lahan sawah baru di Kabupaten Aceh&#13;
Timur berada pada kondisi internal yang kuat dan eksternal kuat.&#13;
Posisi yang ditunjukkan pada matriks tersebut mempunyai implikasi strategis yaitu&#13;
tumbuh dan membangun. Pada bagian implikasi tumbuh dan membangun diperlukan&#13;
strategi intensif dan integratif untuk meningkatkan produksi padi pada lahan sawah baru di&#13;
Kabupaten Aceh Timur tersebut. Strategi intensif dapat dilakukan dengan peningkatan&#13;
paket intensifikasi padi dan strategi integratif memadukan antara lahan, irigasi, tenaga&#13;
kerja, paket teknologi termasuk didalamnya varietas benih unggul, pupuk, obatan dan&#13;
mesin-mesin.&#13;
Analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Berdasarkan analisis&#13;
matriks SWOT terdapat 14 strategi untuk peningkatan produksi padi lahan sawah baru di&#13;
Kabupaten Aceh Timur, dari 14 strategi yang diidentifikasi tersebut, maka strategi-strategi&#13;
tersebut dapat dikelompokkan kembali ke dalam 5 (lima) peringkat strategi secara berturutturut&#13;
yaitu: 1) Meningkatkan kemampuan SDM penyuluh dan petani (score 6,403); 2)&#13;
Memperkuat kebijakan, peraturan untuk mendukung produksi tanaman pangan (score&#13;
6,152); 3) Membuka areal sawah baru dan program intensifikasi (score 5,742); 4)&#13;
Melakukan kemitraan petani, akademisi, penyuluh, lembaga pemerintah, lembaga&#13;
keuangan, penyedia input dan lembaga penunjang (score 5,484) dan 5) Meningkatkan&#13;
peran generasi muda di subsektor produksi tanaman pangan (score 4,641).</note>
 <subject authority="">
  <topic>RICE - FOOD CROP</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RICE - AGRICULTURAL ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL PRODUCTIVITY</topic>
 </subject>
 <classification>338.173 18</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>50731</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-15 14:26:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-25 09:43:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>