FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPUASAN IBU BERSALIN TERHADAP PELAYANAN JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) DI RSUDZA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPUASAN IBU BERSALIN TERHADAP PELAYANAN JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) DI RSUDZA


Pengarang

khusnon - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1007101010096

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

368.85

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Dimana ada 2 kematian ibu tiap jamnya, survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Angka kematian ibu adalah 228 per 100.000 kelahiran hidup, angka kematian bayi (AKB) 34 per 1.000 kelahiran hidup. Tingginya angka kematian ibu tersebut disebabkan karena persalinan. Hal ini dikarenakan masih banyaknya ibu yang tidak mampu membiayai persalinannya sehingga tidak dilayani oleh tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang baik. Jampersal adalah respon pemerintah terhadap kematian bayi dan ibu tersebut dan telah dilaksanakan sejak tahun 2011. Salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan adalah kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi faktor-faktor ketidakpuasan seperti proses administrasi, komunikasi paramedis, kesigapan paramedis dan pelayanan paramedis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Dari Analisis data hasil penelitian yang dilakukan dari tanggal 21-31 Desember 2013 di RSUDZA, dengan jumlah responden sebanyak 32 yang diambil secara accidental sampling maka diperoleh ketidakpuasan ibu bersalin yang menggunakan jampersal paling banyak di proses administrasi dan kesigapan paramedis. Responden yang menyatakan proses administrasi kurang baik sebanyak 9 responden (56,3%), yang mana responden paling banyak menjawab setuju di lamanya waktu mengantri sebanyak 11 responden (34,4%). Responden yang menyatakan kesigapan paramedis kurang baik sebanyak 7 responden (70%) dan responden paling banyak setuju di paramedis kurang peka terhadap kebutuhan ibu diruangan sebanyak 10 responden (31,3%).

Kata kunci: Jampersal, Ketidakpuasan, proses administrasi, komunikasi paramedis, Kesigapan paramedis, pelayanan paramedis

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK