EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) OBAT PROTON PUMP INHIBITOR (PPI) PADA PASIEN BEDAH DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) OBAT PROTON PUMP INHIBITOR (PPI) PADA PASIEN BEDAH DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Martina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1408109010001

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ulkus stres merupakan erosi superfisial akut dari mukosa lambung atau duodenum akibat dari stres psikologis dan fisiologis yang berlangsung lama dengan manifestasi klinis berupa perdarahan dan perforasi. Proton Pump Inhibitor (PPI) dilaporkan memiliki aktivitas yang baik dalam pencegahan ulkus stres. Hal ini mengakibatkan penggunaan PPI semakin banyak sehingga peluang terjadinya drug related prblems (DRPs) juga meningkat. DRPs yang sering dilaporkan dengan pemakaian adalah kategori obat tanpa indikasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kejadian DRPs obat PPI kategori obat tanpa indikasi dan tidak tepat dosis. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap bedah RSUD dr. Zainal Abidin Banda Aceh selama periode Juni hingga Agustus 2017 dan bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 86 pasien, meliputi pasien yang menjalani bedah urologi, onkologi, BTKV, digestif, orthopedi plastik, dan neurologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian DRPs kategori obat tanpa indikasi di ruang rawat inap bedah RSUD dr. Zainal Abidin Banda Aceh mencapai 56,98 %. Sedangkan kejadian DRPs kategori dosis terlalu tinggi mencapai 37,21 %.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK