ANALISIS LINGKUNGAN BERBASIS SPASIAL PADA PEMETAAN PENYAKIT DBD MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS LINGKUNGAN BERBASIS SPASIAL PADA PEMETAAN PENYAKIT DBD MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)


Pengarang

Fatimah Azzahra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1208107010073

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Informatika (S1) / PDDIKTI : 55201

Subject
-
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penyebaran virus Demam Berdarah Dengue (DBD) antara lain dapat diketahui dari
perspektif informasi geospasial, yaitu berdasarkan informasi tutupan lahan dan
kedaaan lingkungan yang merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya DBD.
Usaha mengetahui faktor risiko diperlukan suatu sistem efektif dan efisien yaitu
penggunaan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis sebagai suatu basis
data yang dapat digunakan sebagai penentuan pencegahan dan pengendalian DBD.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat peta penentuan daerah rawan DBD
dengan Citra Gogle Earth dan survey di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.
Penelitian ini merupakan penelitian observasi yang dilakukan di Kecamatan
Lhoknga, Aceh Besar dengan sampel data yang diperoleh dari Puskesmas Lhoknga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter hubungan kasus DBD yaitu
permukiman, genangan air, vegetasi dan tumpukan sampah yang dibagi atas tiga
zona yaitu kerawanan rendah, sedang, dan tinngi. Gampong yang memiliki jumlah
penderita DBD terbanyak, yaitu Gampong Lampaya dan Lambaro Seubun. Hal ini
dikarenakan wilayah Gampong Lampaya memiliki kepadatan permukiman yang
tinggi serta tumpukan sampah yang banyak. Sedangkan Gampong Lambaro Seubun
memiliki jumlah kepadatan permukiman yang sedikit tetapi tumpukan sampah yang
banyak.
Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis, penginderaan jauh, DBD dan tutupan
lahan.


ABSTRAC
The spreading of dengue fever virus could be observed by using geospatial
information based on information of area covering and environmental conditions,
which is factors that influence the occurrence of dengue fever. Attempt to obtain
information of risk factors requires an effective and efficient system that is by using
remote sensing and geographic information system as data base, which can be
utilized as information to determine act of prevention and control measures of
dengue fever virus. The purpose of this study is to create map of area that is prone
to dengue fever virus by using Google Earth Imaging and survey in lhoknga district,
Aceh Besar Regency, using data samples obtained from community health centres.
Result of study indicating parameters related to the case of dengue fever virus are
residence area, puddle, vegetation and garbage pile, which is divided to three zones;
low vulnerability, moderate vulnerability and high vulnerability. Village with the
most cases of dengue fever virus are Lampaya and Lambaro Seubun, due to high
population density and lots of garbage pile in Lampaya village, whereas low
population density however lots of garbage pile in Lambaro Seubun Village.
Keywords: Geografic information system, remote sensing, dengue fever and area
covering.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK