PENERAPAN MODEL ALMOST IDEAL DEMAND SYSTEM (AIDS) PADA POLA KONSUMSI RUMAH TANGGA MISKIN DI PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENERAPAN MODEL ALMOST IDEAL DEMAND SYSTEM (AIDS) PADA POLA KONSUMSI RUMAH TANGGA MISKIN DI PROVINSI ACEH


Pengarang

Elda Elnovita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200010050

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

339.47

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga, pendapatan dan
variabel sosial demografi seperti wilayah tempat tinggal dan jumlah anggota rumah
tangga terhadap pola konsumsi rumah tangga miskin di Provinsi Aceh pada
komoditas makanan penyumbang garis kemiskinan yaitu beras, rokok kretek filter,
tongkol/tuna/cakalang, telur ayam ras dan kue basah. Selain itu dilakukan juga
perhitungan elastisitas untuk mengetahui respon perubahan konsumsi rumah tangga
miskin akibat perubahan variabel-variabel tersebut. Model Almost Ideal Demand
System (AIDS) digunakan sebagai model empiris berdasarkan data mentah dari
SUSENAS bulan Maret 2017. Hasil penelitian dari model AIDS menunjukkan
bahwa harga dan pendapatan dapat memengaruhi pola konsumsi rumah tangga
miskin di Provinsi Aceh secara signfikan dengan pengaruh harga terhadap dirinya
sendiri adalah positif, harga silang negatif dan pendapatan negatif. Konsumsi rumah
tangga miskin pada komoditas makanan tertentu lebih rendah pada wilayah
perkotaan dibandingkan perdesaan. Sedangkan jumlah anggota rumah tangga
mempunyai pengaruh positif dan signifikan khususnya komoditas kue basah.
Selanjutnya hasil perhitungan nilai elastisitas menunjukkan bahwa konsumsi rumah
tangga miskin di Provinsi Aceh cenderung bersifat inelastis pada sebagian besar
komoditas makanan dengan elastisitas harga yang bernilai negatif baik harga sendiri
maupun harga silang. Sedangkan elastisitas pendapatan bernilai positif. Untuk
elastisitas jumlah anggota rumah tangga juga bernilai positif khususnya komoditas
ikan tongkol, kue basah dan rokok. Oleh karenanya, pemerintah perlu menjaga
kestabilan harga dan pengadaan stok pangan yang cukup di daerah perkotaan
maupun perdesaan.
Kata Kunci : Pola Konsumsi, Rumah Tangga Miskin, Komoditas Makanan, Model
AIDS, Elastisitas

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK