<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="50115">
 <titleInfo>
  <title>INKLUSI KEUANGAN DAN KEMISKINAN DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hasta Pratama</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh inklusi&#13;
keuangan terhadap kemiskinan di Indonesia dan menganalisis faktor-faktor lain yang&#13;
memengaruhi kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data primer&#13;
Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang diselenggarakan Badan Pusat&#13;
Statistik (BPS) pada Maret 2017 dengan sampel sebanyak 297.276 rumah tangga&#13;
yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Model yang digunakan adalah Logistic&#13;
Regression Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam inklusi keuangan&#13;
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan rumah tangga. Faktor-faktor&#13;
lain seperti jumlah anggota rumah tangga mempunyai pengaruh positif terhadap&#13;
kemiskinan, sedangkan pendidikan kepala rumah tangga mempunyai pengaruh&#13;
negatif terhadap kemiskinan. Peluang kemisikinan pada sektor usaha kepala rumah&#13;
tangga di sektor pertanian lebih tinggi dibandingkan dengan selain sektor pertanian.&#13;
Selanjutnya dari segi klasifikikasi wilayah, peluang kemiskinan di perdesaan lebih&#13;
tinggi dibandingkan di perkotaan. Disarankan untuk meningkatkan tingkat inklusi&#13;
terutama pada rumah tangga dengan kriteria jumlah anggota rumah tangga besar,&#13;
pendidikan kepala rumah tangga rendah, pekerjaan kepala rumah tangga di sektor&#13;
pertanian dan tinggal di wilayah perdesaan sehingga dapat mengurangi risiko rumah&#13;
tangga tersebut menjadi miskin, untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk&#13;
menambah variabel inklusi keuangan lainnya seperti asuransi maupun dana pensiun&#13;
sedangkan untuk karakteristik rumah tangga dapat ditambahkan jumlah anggota&#13;
rumah tangga yang berusia 15 tahun ke atas serta jumlah anggota rumah tangga yang&#13;
bekerja.&#13;
Kata Kunci : Inklusi keuangan, kemiskinan, susenas, logit.</note>
 <subject authority="">
  <topic>FINANCIAL ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>POVERTY - MACROECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>339.46</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>50115</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-10-27 20:37:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-13 09:45:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>