BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK PADA SMA NEGERI 1 KOTA LHOKSEUMAWE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK PADA SMA NEGERI 1 KOTA LHOKSEUMAWE


Pengarang

MUHAMMAD IQBAL - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1509200050026

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104

Penerbit

Banda Aceh : Program Study Magister Administrasi Pendidikan Unsyiah., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

BUDAYA ORGANISASI SEKOLAHDALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK PADA SMA NEGERI 1
KOTA LHOKSEUMAWE

Oleh:Muhammad Iqbal
NPM: 1509200050026

Komisi Pembimbing:
1. Dr. Niswanto, M. Pd.
2. Dr. Sakdiah Ibrahim, M. Pd.

ABSTRAK
Budaya organisasi sekolah memiliki peran penting dalam mewujudkan standar mutu akademis maupun non akademis. Budaya organisasi sekolah lahir dari nilai-nilai luhur yang diwujudkan dalam satu visi bersama antar seluruh komponen sekolah, budaya organisasi sekolah yang efektif tumbuh dan berkembang secara terus menerus dengan harapan dapat memberikan karakteristik bagi perkembangan karakter peserta didik. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya organisasi sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik pada SMA Negeri 1 Kota Lhokseumawe.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) adanya program penguatan pendidikan karakter (PPPK) yang memuat program religius (Rohis), sekolahbebas asap rokok dan narkoba, sekolah sehat, kepramukaan, palang merah remaja, paskibraka,literasi sekolah, ektrakurikuler bagi seluruh mata pelajaran, dan kantin kejujuran; (2) pelaksanaan program pembentukan budaya organisasi sekolahmelibatkan seluruh stake holder, peran dan kemampuan seluruh stake holder turutmempengaruhi hasil program budaya organisasi sekolah; dan (3) faktor penghambat yang dihadapi sekolah kurangnya staf pengajar yang menguasai ilmu kepramukaan, kurangnyaguru Agama Islam, kurangnya dukungan dari beberapa staf pengajar,orang tua peserta didik yang kurang mendukung nilai budaya organisasi sekolah, pengaruh budaya asing dan perkembangan IPTEK turut memberi dampak negatif.
Kunci: Budaya, Organisasi Sekolah, Karakter, dan Peserta Didik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK