Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT RABIES DI KECAMATAN KUTA PANJANG KABUPATEN GAYO LUES
Pengarang
Saiful - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200120021
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAH HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
SAIFUL. Kajian Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Masyarakat Terhadap
Pencegahan Penyakit Rabies Di Kecamatan Kuta Panjang Kabupaten Gayo
Lues. T. REZA FERASYI dan NURLIANA.
Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit hewan menular yang
disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus, bersifat akut serta menyerang
susunan saraf pusat, hewan berdarah panas dan manusia. Sebagian besar
sumber penularan rabies ke manusia di Indonesia, disebabkan oleh gigitan anjing
yang terinfeksi rabies (98%), dan lainnya oleh kera dan kucing. Berdasarkan
laporan Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Provinsi Aceh, kasus gigitan
Hewan Penular Rabies (HPR) tahun 2014-2015 berjumlah 776 kasus, sejumlah 23
kasus berada di Kabupaten Gayo Lues, pada tahun 2014 ditemukan positif rabies
sebanyak 3 kasus, sebelumnya pada tahun 2012, ditemukan 6 kasus rabies berada
di Kecamatan Kuta Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dengan karakteristik umur,
pendidikan dan pendapatan masyarakat terhadap pencegahan penyakit rabies.
Kajian ini dilakukan dalam bentuk survei dengan pendekatan wawancara
menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 86 responden, data dianalisis secara
statistik dengan uji Chi Square dan uji Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan
tingkat pengetahuan dengan kategori baik (65,1%), dan buruk (34,9%), sikap
dengan kategori baik (81,4%) dan buruk (18,6%), perilaku dengan kategori baik
(64,0%) dan buruk (36,0%). Hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku dengan
umur responden dengan nilai P < 0.05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan
yang signifikan (nyata). Pengetahuan, sikap dan perilaku dengan pendidikan
responden dengan nilai P < 0.05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan (nyata). Pengetahuan dengan pendapatan responden dengan nilai P <
0.05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (nyata). Sikap
dengan pendapatan responden dengan nilai P > 0.05 menunjukkan tidak terdapat
hubungan yang signifikan. Perilaku dengan pendapatan responden dengan nilai P
< 0.05 menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara p engetahuan dengan umur,
pendidikan dan pendapatan terhadap pencegahan penyakit rabies. Terdapat
hubungan yang bermakna antara sikap dan perilaku dengan umur dan pendidikan
terhadap pencegahan penyakit rabies. Tidak terdapat hubungan yang bermakna
antara sikap dan perilaku dengan pendapatan terhadap pencegahan penyakit
rabies.
Tidak Tersedia Deskripsi
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP KADER POSYANDU DENGAN PENCEGAHAN STUNTING DI KECAMATAN DABUN GELANG KABUPATEN GAYO LUES (Yurna Desi, 2021)
PERBEDAAN PENYAMPAIAN INFORMASI ANTARA MEDIA LEAFLET DAN PENYULUHAN TERHADAP KEWASPADAAN GIGITAN ANJING PENULAR RABIES PADA SISWA SMP DI KABUPATEN BENER MERIAH (WILDA HANIFA, 2018)
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH BUKITTINGGI NO 6 TAHUN 2015 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN RABIES (SUATU PENELITIAN DI KOTA BUKITTINGGI) (Afiif Rizqan Feriandra, 2024)
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG COVID-19 DI KECAMATAN TERANGUN KABUPATEN GAYO LUES (SITI RAHMAWATI, 2021)
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PENCEGAHAN PENYAKIT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KECAMATAN PASIE RAJA KABUPATEN ACEH SELATAN (YUNI FAJRI, 2014)