HUBUNGAN DERAJAT MEROKOK TERHADAP SINDROM DISPEPSIA DI BLUD DR.ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN DERAJAT MEROKOK TERHADAP SINDROM DISPEPSIA DI BLUD DR.ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Ifanda Nurul Hidayat - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1007101010042

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sindrom dispepsia merupakan kumpulan gejala yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, perut terasa penuh atau begah. Faktor gaya hidup seperti merokok, alkohol, dan stres relevan dengan terjadinya refluks. Adanya rasa sulit menelan (disfagia) dan penurunan berat badan merupakan indikasi untuk dilakukan pemeriksaan segera. Terjadi berkisar antara 13%-40% di dunia setiap tahunnya. Perilaku merokok adalah suatu aktivitas individu yang dilakukan oleh sebagian besar laki-laki yang berupa membakar dan menghisapnya. Faktor terbesar yang menjadi penyebab dari kebiasaan merokok adalah faktor sosial dan lingkungan, baik keluarga, tetangga, ataupun teman pergaulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan derajat merokok terhadap sindrom dispepsia di poliklinik BLUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah probability sampling dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling selama bulan Desember 2013 sampai dengan bulan Januari 2014 sebanyak 72 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan menunjukkan tingkat derajat merokok responden, yaitu responden yang tidak merokok sebanyak 29 orang (40,3%), perokok ringan sebanyak 15 orang (20,8%), perokok sedang sebanyak 20 orang (27,8%) dan perokok berat sebanyak 8 orang (11,1%). Hasil uji statistik spearman diperoleh p value 0,967 (p > 0,1) menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara derajat merokok terhadap sindrom dispepsia di Poliklinik Penyakit Dalam BLUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK