PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT LENTUR BETON NORMAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT LENTUR BETON NORMAL


Pengarang

YUNI RIZNA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504001010141

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Beton merupakan bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan perekat yaitu semen. Bentuk paling umum dari beton yaitu terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air. Dalam konstruksi beton, agregat menempati 60% sampai dengan 70% dari volume total beton tersebut. Penggunaan agregat kasar untuk campuran beton yaitu batu alam (sumber daya alam bukan mineral bukan logam) merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui yang sewaktu-waktu dapat habis, oleh karena itu diperlukan alternatif lain sebagai pengganti salah satunya yaitu cangkang kemiri. Penelitian tentang “Pengaruh penggunaan cangkang kemiri sebagai agregat kasar terhadap kuat lentur beton normal” bertujuan untuk untuk mengetahui nilai kuat lentur suatu beton dengan bahan tambah cangkang kemiri sebagai pengganti agregat kasar dengan variasi cangkang kemiri sebesar 0%, 10% dan 20% dari volume agregat kasar beton tersebut. Perencanaan campuran menggunakan metode ACI (American Concrete Institute) Standard 211.1-91. Dimensi benda uji yang dilakukan pada penelitian ini adalah 15 cm x 15 cm x 60 cm sebanyak 6 benda uji masing-masing untuk beton normal, variasi 10% cangkang kemiri dan variasi 20% cangkang kemiri. Pada penelitian ini umur pengujian dilakukan pada 7 hari dan 28 hari dengan faktor air semen (FAS) 0,4. Ukuran maksimum agregat lolos saringan 19,10 mm. Hasil penelitian ini adalah beton normal menunjukkan kuat lentur pada umur 7 hari dan 28 hari berturut-turut sebesar 3,31 MPa dan 3,41 MPa. Beton dengan variasi 10% cangkang kemiri menunjukkan kuat lentur pada umur 7 hari dan 28 hari berturut-turut sebesar 2,74 MPa dengan penurunan 17,22% dari beton normal dan 2,96 MPa dengan penurunan penurunan 13,19% dari beton normal. Sedangkan untuk beton dengan variasi 20% cangkang kemiri menunjukkan kuat lentur pada umur 7 hari dan 28 hari sebesar 2,32 MPa dengan penurunan sebesar 29,90% dari beton normal dan 2,72 MPa dengan penurunan 20,23% dari beton normal. Penggunaan cangkang kemiri sebagai pengganti agregat kasar tidak mendapatkan hasil yang lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan kerikil sebagai agregat kasar.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK